Beranda Berita Proklim Desa Wironanggan bersama DLH Tanam 1.100 Pohon di Sendang Tirto Wiguno

Proklim Desa Wironanggan bersama DLH Tanam 1.100 Pohon di Sendang Tirto Wiguno

59
0

SUKOHARJO, SAPA Jateng.id – Program Kampung Iklim (Proklim) Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo melakukan penanaman 1.100 pohon di Sendang Tirto Wiguno, Rabu (20/8/2025).

Secara simbolis, pohon ditanam perwakilan dari Camat Gatak, Desa Wironanggan, DLH Sukoharjo, Kelompok Wanita Tani (KWT), siswa sekolah SD, siswa sekolah SMP, dan lain sebagainya.

Pohon keras seperti kelengkeng, mangga, jambu, jeruk, dan lain-lain tersebut, ditanam di sekitar sendang.

Menurut Siti Munawaroh, Ketua Proklim Desa Wironanggan, ada berbagai tanaman keras,  tanaman buah, sayur, tanaman hias, dan lain sebagainya.

“Dari kegiatan hari ini, kedepannya kami berharap terjaga ekosistem sekitar Sendang Tirto Wiguno,  lingkungan desa lebih hijau, sejuk, dan indah, serta memberi manfaat bagi warga dan generasi mendatang,” jelas Siti.

Penanaman pohon berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 30 Agustus 2025.

Selain ditanam di sekitar sendang, pohon juga akan ditanam di bantaran sungai, di pekarangan warga yang terbengkalai, di pinggir jalan desa, di sekolah, dan yang lainnya.

“Untuk di pinggir jalan, nanti kita tanam pohon peneduh seperti pucuk merah, glodog pecut, dan lain-lain,” kata Siti.

Untuk tanaman keras seperti jati, sengon, ketapang, mangga, pepaya, ditanam di pekarangan tidak produktif.

Program Kampung Iklim (Proklim) ini merupakan bagian dari Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkup (Small Grant) periode kedua sekaligus mendukung target Folu Net Sink 2030 Indonesia.

Penanaman pohon dan buah ini, lanjut Siti, juga berfungsi untuk tabungan air serta ketahanan pangan warga sekitar.

“Pohon buah seperti jeruk, pepaya, kelengkeng, panennya bisa dinikmati warga sekitar. Pohon juga berfungsi sebagai tangkapan air yang bisa mengaliri pertanian,” ujar Siti.

Kades Wironanggan, Dwi Suratmanto mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasi Proklim dan semua pihak yang telah konsisten mendorong pelestarian lingkungan, menghijaukan Sendang Tirto Wiguno.

Mulai tahun 2026, sendang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata desa.

“Saat ini yang sudah kami (Pemdes Wironanggan) akan membuka akses memperbaiki jalan dan talud terlebih dahulu,” jelas Kades.

Saat ini warga dan wisatawan dari daerah lain bila berkunjung ke Sendang Tirto Wiguno tidak dipungut tiket.

Pegiat lingkungan Desa Wironanggan, Hariyadi Prasaja mengaku senang bisa terlibat dalam menjaga ekosistem di sendang dan juga tempat lain.

Ada 1000 lebih pohon yang harus ia rawat bersama warga.

Jenis pohon yang ditanam meliputi durian (20), Pete (35), bugenvil (60), tabebuya di (60), Ketapang (50), belimbing (65), sengon (80), jati (80), kelengkeng (100), jambu madu deli (100), dan pucuk merah (250), total 1.100 pohon.

Kegiatan ini untuk mengedukasi warga untuk ikut serta menjaga ekosistem. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini