Beranda Berita Pemdes Pranan Adakan Festival Jambu Program Unggulan Ketahanan Pangan Selama 3 Hari

Pemdes Pranan Adakan Festival Jambu Program Unggulan Ketahanan Pangan Selama 3 Hari

67
0

SUKOHARJO, SAPA Jateng.id– Pemerintah Desa(Pemdes) Pranan, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, akan menggelar Pranan Jambu Festival 2025 selama 3 hari (5-7 September) 2025.

Menurut Kades Pranan, Sarjanto, Kegiatan Pranan Jambu Festival (PJF) yang sudah ke- 4 kalinya ini, merupakan agenda tahunan sebagai wujud syukur warga Pranan yang sudah diberikan Allah Suhanahu Wa Ta’ala panen jambu berlimpah.

Selain itu, sekaligus untuk mempertahankan bahwa Desa Pranan masih sebagai penghasil jambu terbanyak di Sukoharjo.

Dalam PJF, selama 3 hari (5-7/9) akan ada lomba balapan sepeda membawa bronjong dengan muatan 20 kilogram, serta lomba balapan ‘nyunggi’ wakul jambu. Lalu puncaknya pada tanggal 7 September 2025 digelar pawai bronjong.

“Setiap musim panen tiba, jambu yang bisa dipetik sebanyak 20 ton dalam sehari, saking banyaknya,” kata Kades Sarjanto yang akrab disapa Jigong ini.

Dalam satu tahun, jambu bisa dipanen sebanyak 4 kali. Selanjutnya, banyak penebas yang mendatangi warga setempat untuk memborong jambu.

Jambu-jambu tersebut dijual di berbagai kota. Ada yang dikirim ke Bandung, Jakarta, bahkan ke Medan dan Lampung.

Jambu yang dihasilkan dari Pranan ini, jenisnya jambu air wulung. Bila sudah tua, warnanya merah keunguan, buahnya tebal, manis, banyak airnya. Sangat segar dinikmati musim kemarau seperti ini.

Menurut Jigong, setiap rumah minimal mempunyai dua pohon dan maksimal tak terhingga. Bahkan dalam satu pekarangan ada 25 pohon.

“Jadi, bila kita masuk ke kampung-kampung di Desa Pranan, suasananya rindang penuh pohon jambu berbuah lebat,”ujarnya.

Aktivitas penebas memetik jambu selalu terlihat di setiap pohon bila musim panen seperti ini. Selain dijual ke penebas, Pemdes Pranan juga menerima wisatawan untuk petik buah sendiri di lahan yang sudah disediakan.

Camat Polokarto, Hery Mulyadi, sangat mengapresiasi adanya Pranan Jambu Festival, sebagai upaya mempertahankan branding sebagai kampung jambu.

Di Polokarto sendiri, di beberapa desa sudah ada sentra-sentra penghasil buah. Antara lain penghasil alpukat, melon, semangka, mangga, jambu, dan lain-lain.

“Ini sangat bagus, sehingga lahan yang nganggur bisa dimaksimalkan. Seperti di Desa Pranan ini, pohon jambu sudah bisa menjadi andalan perekonomian warga sekaligus sebagai ketahanan pangan untuk kebutuhan buah,” ujar Hery.

Salah seorang warga Dukuh Kalangan, Pranan, Wagiman (67), dirinya mempunyai 11 pohon jambu. Sekali panen hasilnya bisa 5 ton dengan harga per kalinya Rp10.000.

“Durasi musim jambu itu selama enam bulan. Setiap minggu sekali, pasti ada yang bisa dipanen. Kalau ditotal, saya bisa menjual 5 ton,” kata Wagiman.

Untuk mempertahankan agar jambunya tidak diserang lalat buah dan ulat, warga sudah bisa mengantisipasinya. (NiK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini