SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Sebanyak 8 gedung akan dibangun serentak untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Dukuh Ngemplak, Desa Mayang, Gatak, Sukoharjo, Jumat sore (17/10/2025).
Momentum tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia, melalui live streaming bersama Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliyantono yang berada di Kabupaten Bekasi.
Secara nasional, akan dibangun 800 gedung KDKMP sebagai tahap awal.
Di Sukoharjo, yang akan dibangun ada 8 yaitu di Desa Mayang (Kecamatan Gatak), Desa Puron (Bulu), Kelurahan Gayam (Sukoharjo), Baki, Kartasura, dan Weru.
Turut hadir Wakil Bupati Sukoharjo, Sapto Eko Purnomo dalam peletakan batu pertama ini, beserta jajaran Forkopimda.
Bupati menjelaskan, pembangunan KDKMP ini dananya dari pusat.
“Di Desa Mayang ini sebagai simbolis peletakan batu pertama. Di Sukoharjo akan dibangun 8 KDKMP yang dananya dari pusat,” jelas Etik.
Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Supri Siswanto menambahkan, pembangunan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026 dan bisa difungsikan Maret 2026.
“TNI menyupport penuh pembangunan KDKMP ini agar selesai tepat waktu dan bisa segera dimanfaatkan,” kata Dandim.
Kepala Desa Mayang, Harjono, pembangunan KDKMP menempati tanah kas desa seluas 1300 meter.
“Namun yang dibutuhkan untuk dibangun KDKMP seluas 30 x 20 plus halaman 9 meter ke depannya,” ujar Harjono.
Secara nasional, pembangunan 800 unit gudang dan gerai ini, menandai fase operasional KDKMP yang diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Melalui live streaming, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, seluruh regulasi teknis telah rampung, termasuk Peraturan Menteri Keuangan, untuk memastikan koperasi dapat beroperasi efektif mulai Oktober 2025.
“Peletakan batu pertama ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari membangun ekosistem ekonomi berbasis solidaritas dan kemandirian,” tegas Menkop Ferry.
Ferry menambahkan, KDKMP akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok serta offtaker hasil pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk UMKM desa. Selain itu, pembangunan infrastruktur koperasi ini juga melibatkan TNI dalam proses konstruksi sebagai bentuk sinergi lintas sektor.
“Program ini adalah bentuk nyata ekonomi gotong royong sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33. Ini juga merupakan operasi militer non-perang yang strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa,” pungkas Ferry.
Dengan dimulainya pembangunan KDKMP secara serentak, pemerintah menegaskan langkah konkret menuju ekonomi nasional yang lebih berkeadilan, mandiri, dan berpihak pada desa sebagai pusat kekuatan ekonomi rakyat. (Hasna)









