Beranda Berita Utama Memanfaatkan Lahan Kosong, Polisi di Klaten Berternak Bebek Telurnya Dipesan untuk MBG

Memanfaatkan Lahan Kosong, Polisi di Klaten Berternak Bebek Telurnya Dipesan untuk MBG

103
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID– Sesuai program pemerintah yang tengah fokus terhadap ketahanan pangan, seorang polisi di Klaten, Jawa Tengah, ikut ambil bagian dengan berternak ratusan ekor bebek.

Polisi tersebut adalah AKP Ari Widodo, yang berdinas di Polres Sukoharjo dengan jabatan Kasat Narkoba.

Setiap hari, sebelum berangkat dinas menjalankan tugas negara, Ari sudah berada di kandang bebek setelah Subuhan.

Kandang bebek ini berada di Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Klaten. Sedang tempat tinggalnya di Desa Gombang, hanya 1 kilometer jaraknya.

Setiap pagi, Ari dan istrinya memberi pakan bebeknya, membersihkan kandang, dan memastikan sanitasi pembuangan kotoran bebek tidak ada sumbatan.

“Ratusan bebek ini hanya butuh makan satu kali sehari, sehingga perawatannya cukup mudah, tidak menyita banyak waktu,” jelas Ari.

Setiap pagi, Ari berada di kandang sekitar 30 menit sampai satu jam. Setelah semuanya beres, ia baru berangkat dinas ke Polres Sukoharjo yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari rumahnya.

Sebagai polisi yang sudah mendapatkan gaji tetap, mengapa Ari masih mau bersusah payah memelihara bebek? Inilah beberapa alasannya.

Pertama, ia ingin mensukseskan program pemerintah yang memprioritaskan ketahanan pangan lewat jalur peternakan. Yang kedua, berternak itu mengasyikkan, bisa menghilangkan stress dan tentu saja menghasilkan uang.

Selain itu, ia ingin memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif. Lahannya seluas 450 meter persegi.

“Alasan saya ya ingin mensukseskan program pemerintah yang tengah fokus terhadap ketahanan pangan. Ini juga sekaligus memanfaatkan lahan kosong yang lama menganggur,” kata Ari.

Semula, Ari hanya memelihara 200 ekor bebek. Karena lahannya masih luas, ia tambah lagi 200 ekor jadi totalnya kini 400 ekor.

Dari 400 bebek tersebut, setiap harinya bisa bertelur 300 butir atau 75 persen. Keuntungan bersih setiap bulannya, sudah dipotong pakan dan lain-lain, Ari mampu mengantongi cuan Rp5 sampai 6 juta.

Ari mulai menekuni usaha sampingannya ini sejak 6 bulan yang lalu. Meskipun ia mengakui tidak punya ilmu berternak, namun ia mempelajari secara otodidak melalui youtube dan belajar langsung kepada peternak bebek yang sudah berhasil.

“Meskipun tidak punya ilmu berternak bebek, tidak menjadi masalah buat saya. Kan sekarang semua bisa dipelajari lewat youtube. Untuk memantapkan ilmunya, saya juga belajar langsung ke peternak bebek yang sudah berhasil,” papar pria berkacamata tersebut.

Untuk penjualan telurnya, sudah diambil pedagang. Warga sekitar juga banyak yang datang ke kandang untuk membeli telurnya. Selain itu, istri Ari juga sebagian telurnya dibuat telur asin. Harga telur mentah perbutir saat ini Rp 2000 dan telur asin Rp 3000.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir, ada pihak SPPG yang berminat mengajak kerjasama untuk memasok telur.

“Namun untuk memasok telur ke SPPG, syaratnya sangat banyak. Tidak bisa serta merta langsung memasok.

“Harus lolos dari beberapa tahapan seperti sertifikasi halal, disurvey kebersihan kandangnya, pembuangan limbahnya, ramah lingkungan, dan lain-lain. Kemarin sudah ada petugas yang survey,” kata Ari.

Dari pantauan, meski bebeknya banyak, namun tidak berbau. Warga sekitar pun tidak ada yang terganggu dari baunya.

Ari memang merancang kandang ini semi modern, bukan yang kandang tradisional. Untuk air minum diganti setiap hari dari air kran yang mengalir bersih.

“Untuk tempat yang becek dan kotorannya, setiap hari kita tutupi dengan sekam agar tidak bau,” ujar Ari.

Ari memilih pakan pabrikan tanpa campuran pakan buatan sendiri, agar produktifitas telur tetap terjaga.

Meski sebagai pendatang baru di dunia peternakan bebek, namun sudah banyak pihak lain atau mahasiswa yang studi tiru di kandangnya. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini