Beranda Pendidikan Autobot School Klaten Luluskan 168 Guru Ikuti Diklat KKA Program Kementerian Dikdasmen

Autobot School Klaten Luluskan 168 Guru Ikuti Diklat KKA Program Kementerian Dikdasmen

189
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Lembaga Pelaksana Diklat (LPD) Autobot School Klaten, berhasil meloloskan dan meluluskan 168 Guru yang mengikuti Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Peserta adalah guru dari PAUD, SD, sampai SMP, perwakilan dari beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Klaten.

Demikian dijelaskan Direktur LPD Autobot School Klaten, Agur Yake Mulia saat penutupan Program Diklat KKA di Aula Intan Pariwara Klaten, Rabu (29/10/2025).

Penutupan Diklat dihadiri Direktur Intan Pariwara Tomi Utomo Putro, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih, dan Bunda PAUD Klaten Fahrani Hamenang.

Menurut keterangan Agur, Diklat ini program dari Kementerian Dikdasmen dengan pelaksana Diklat LPD Autobot School Klaten yang telah lolos verifikasi.

Diklat berlangsung selama 10 hari dengan beberapa kali pertemuan dan praktek di sekolah masing-masing.

Materi yang dipelajari para peserta yaitu dasar-dasar koding, mempraktekkan KKA sesuai usia agar anak berpikir secara komputasional, sehingga anak siap menghadapi era digitalisasi.

“Program Diklat KKA ini adalah program prioritas dari Kementerian Dikdasmen untuk para guru PAUD sampai SMP agar mereka bisa mengajarkan KKA kepada para siswanya sesuai usianya,” kata Agur.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Titin Windiyarsih, dengan adanya Diklat KKA ini diharapkan para guru mampu mengajarkan ke anak didiknya. Agar anak terbiasa berpikir logis, mampu memecahkan masalah dan memiliki kemampuan digital yang kuat namun positip.

“Tugas guru itu tidak melarang namun mendampingi anak agar bisa memiliki kemampuan digital yang kuat dan positip,” kata Titin.

Bunda PAUD Klaten, Fahrani Hamenang sangat mengapresiasi program Diklat KKA ini. Karena tantangan anak ke depan sangat berat, harus mampu menguasai digitalisasi. Sehingga sejak dini anak harus dibekali koding dan kecerdasan artifisial ini.

“Semoga program ini semakin banyak yang menguasai karena sangat bagus sebagai bekal anak ke depannya,” kata Fahrani.

Salah seorang peserta, Dewi Tri Haryanti (guru SDN 1 Meger, Ceper) merasa senang bisa terpilih mengikuti program ini. Selain tentu saja menambah wawasan, mampu mengimplementasikan ke anak didik serta rekan sejawat sesama guru.

“Pembelajaran yang kami dapatkan mengenai plug and un-plug yaitu pembelajaran dengan komputer maupun tanpa komputer, sesuai usia anak,” kata Dewi.

Harapan Dewi, untuk mengimplementasikan kepada siswa, pihak sekolah harus mempunyai komputer yang memadai agar anak lebih tertarik belajar KKA dengan komputer.

Pihak LPD Autobot School berharap, program ini akan berlanjut setiap tahunnya, agar semakin banyak para guru atau orangtua yang mampu menguasai KKA.(Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini