Beranda Berita Utama Wabup Sukoharjo Dampingi Menteri UMKM Lepas Ekspor Rotan ke Spanyol

Wabup Sukoharjo Dampingi Menteri UMKM Lepas Ekspor Rotan ke Spanyol

144
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mendampingi Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, melepas ekspor produk rotan ke Spanyol.

Pelepasan berlangsung di halaman Rumah Produksi Bersama (RPB) Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/12/2025).

Seremoni pemasangan gembok di truk kontainer bagian belakang dan pemecahan kendi, mengawali pelepasan ekspor dilakukan Menteri Maman Abdurrahman yang disaksikan Wakil Bupati, petugas beacukai Surakarta, pengurus Koperasi Trangsan Manunggal Jaya, dan tamu undangan lainnya.

Dengan dilakukannya ekspor produk rotan berupa mebel tersebut, Maman mengatakan bahwa kualitas produk dalam negeri sudah terbukti menembus pasar global.

Maman berjanji, pemerintah akan terus mendorong dan melakukan pendampingan, agar produk rotan dari Desa Trangsan semakin memperluas pangsa pasarnya sampai Eropa.

“Nilai ekspor mebel rotan dan kayu ini senilai 13.000 dollar US. Semoga pangsa pasarnya semakin luas, bisa merambah ke negara-negara Eropa,” jelas Maman.

Maman mengatakan, pemerintah akan melakukan pendampingan dari sisi desain dan memperluas pangsa pasar.

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) yang dibangun sejak tahun 2023 tersebut. RPB menempati lahan seluas 5.629 meter persegi.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo menjelaskan, RPB didirikan untuk menjadi solusi kendala yang dihadapi para perajin rotan. Dengan RPB ini, tambah Wabup, kendala mengenai pasokan bahan baku, SDM, ketersediaan mesin, jejaring pasar, factory sharing atau RPB ini diharapkan bisa menjawab kendala tersebut.

“Tadi kita sudah jalan-jalan dari depan sampai belakang. Dengan adanya mesin yang canggih, harapan kita, nanti bisa lolos kurasi menembus pasar global,” ujar Wabup Eko Sapto.

Dengan metode ini, lanjut Wabup, nanti bisa dibawa ke kluster lain, untuk menjawab kendala klasik yang muncul.

“Mimpi besar kita, UMKM Sukoharjo harus bisa naik kelas. Hal ini sudah dibuktikan dan nanti akan kita tularkan ke kluster UMKM yang lainnya,” jelasnya.

Perlu diketahui, UMKM rotan di Desa Trangsan ini, terdapat 220 pelaku UMKM rotan dan mampu menyerap 5000 tenaga kerja dari berbagai daerah. Desa Wisata Rotan ini menjadi sentra produksi rotan terbesar di Indonesia. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini