SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Terkait adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani pada Kamis (9/7/2026) malam, Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo memastikan roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa.
Dirinya menghimbau kepada semua ASN tetap bekerja dengan tenang. Untuk tanggapan lebih jauh, Wabup Sapto enggan berkomentar banyak.
“Kami belum bisa matur (bicara) banyak, karena masih menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara apa yang melatarbelakangi adanya OTT tersebut,” ujar Sapto saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Solo, dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-80, Jumat (10/07/2026).
Pihaknya meminta dukungan doa agar proses hukum ini bisa berjalan dengan baik.
“Ya mohon doanya, semoga pihak yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk bimbingan sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan baik-baik. Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi kita menunggu secara resmi apa yang akan dirilis atau keterangan dari KPK,” katanya.
Kebersamaan Wabup bersama Bupati Etik terjadi Kamis siang sampai sore dalam acara penyambutan Batalyon Yonif di Teritorial Pembangunan (TP) 448 di Watubonang, Tawangsari. Wabup mengaku tidak membicarakan apapun yang serius dengan bupati saat kegiatan tersebut. Selanjutnya, pada Kamis malam Bupati Etik terkena OTT.
“Kami ketemu terakhir bersama beliau kemarin di kegiatan Batalyon TP di Watubonang Tawangsari,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dikabarkan kena OTT bersama beberapa ASN oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Etik sempat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Solo sampai Jumat (10/7/2026).
Dikabarkan, Etik keluar dari Mapolresta Solo sekitar pukul 05.41 WIB bersama petugas menuju armada bus yang sudah disiapkan. Etik nampak memakai baju hitam putih dan bermasker. Sebagian petugas membawa beberapa koper warna hijau.
Ketika disapa sejumlah wartawan, Etik tidak merespon apapun dan langsung masuk bus serta menutup gorden kaca bus. Dalam OTT tersebut, menurut keterangan KPK disebutkan ada lima orang yang diamankan.
Perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut adalah dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. Diperoleh informasi, salah satu ruangan kantor di lantai 8 dan 9 Gedung Menara Wijaya ada yang disegel oleh KPK. Namun wartawan dilarang naik untuk mengambil foto. (Hasna)









