Beranda Berita Utama Pasca OTT Bupati Sukoharjo, Sejumlah Kegiatan Harlah Disederhanakan

Pasca OTT Bupati Sukoharjo, Sejumlah Kegiatan Harlah Disederhanakan

15
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan dua ASN, mempengaruhi rangkaian kegiatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke 80, yang diperingati setiap tanggal 15 Juli 2026.

Kegiatan yang sudah dirancang jauh-jauh hari, kini mengalami perubahan, antara lain rute kirab Pataka. Di jadwal awal, semula Pataka akan diarak dari Rumah Dinas Bupati di Proliman menuju Alun-alun Satya Negara, kini mengalami sedikit perubahan.

Terbaru, rutenya dari Setda Sukoharjo dikirab sepanjang Jalan Jenderal Sudirman menuju alun-alun.

“Dari Setda, Pataka dibawa dengan mobil bak terbuka dan berhenti di Proliman. Selanjutnya dikirab jalan kaki menuju alun-alun,” jelas Assisten II, Suyamto selaku Panitia Harlah, Senin (13/07/2026).

Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo beserta jajaran Forkopimda dan pejabat lainnya, mengikuti dari belakang dengan kendaraan dinas, lalu turun di Proliman. Selanjutnya, mereka ikut mengirab Pataka tersebut.

Di alun-alun, digelar upacara bendera Harlah. Setelah itu dilanjutkan flashmob Tari Gambyong yang diikuti 10.000 peserta.

“Yang semula para pejabat akan ikut flashmob, namun karena ada Giat Pembukaan TMMD yang dihadiri Pangdam IV Diponegoro dan Gubernur Jawa Tengah, Wakil Bupati dan para pejabat lainnya geser ke Parangjoro lokasi TMMD,” kata Suyamto.

Perubahan lainnya, untuk hiburan rakyat Guyon Maton di alun-alun tetap diselenggarakan tanpa ada panggung untuk pejabat. Perubahan prosesi Harlah bertema Sukoharjo Spektakuler ini, dikarenakan ada proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

“Kita tetap mengedepankan praduga tak bersalah dengan tetap menghormati proses hukum yang berlaku. Pertimbangan kami adalah, di saat ada rekan kami yang sedang menjalani proses hukum, tak elok rasanya kami di sini bergembira berlebihan. Semua tetap kami laksanakan karena berkaitan dengan vendor dan kontrak yang sudah kami sepakati, namun kami sederhanakan,” ujarnya.

Untuk Sukoharjo Expo (15-19 Juli) dan Fashion Food Festival (17/7) yang diselenggarakan oleh Dinas UKM dan Perdagangan, tetap berjalan. Namun tidak ada pejabat yang berjalan di atas catwalk.

“Kami lebih memprioritaskan para desainer untuk menampilkan karya terbaiknya,” kata Kepala Dinas UKM dan Perdagangan, Sumarno.

Menarik mundur perayaan Harlah tahun sebelumnya, untuk Food Fashion Festival selalu Bupati Etik Suryani berjalan di atas catwalk memperagakan baju karya desainer Sukoharjo.

Untuk Pawai Budaya (17/7) tetap berlangsung pada malam hari di Grogol Solo Baru. Untuk panggung kehormatan di simpang empat The Park, dibuat lebih rendah. Dan untuk pesta kembang api ditiadakan.(Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini