KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permansari menyambut baik dilaksanakannya kegiatan Festival Administrasi Kependudukan (Festival Adminduk) Ke-4 sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421, dan sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta partisipasi masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan.
Menurut bupati, administrasi kependudukan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dikatakan, bahwa Hari Jadi Kabupaten Kendal ke- 421 Tahun 2026 ini mengusung tema “Melangkah Cepat Menuju Kendal Berdikari”.
Tema tersebut mencerminkan semangat dan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan daerah, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendorong Kabupaten Kendal yang semakin maju, berdaya saing, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
Logo Angka “421” Hari Jadi Kendal, melambangkan kuatnya ikatan, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen untuk bergerak cepat mewujudkan kemajuan dan kemandirian daerah. Hari Jadi menjadi momentun memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu pelayanan yang mendasar adalah pelayanan administrasi kependudukan sebagai pintu masuk untuk memperoleh berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, perbankan, perpajakan, dan berbagai pelayanan pemerintahan maupun swasta lainnya.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kendal terus berkomitmen menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, tepat, terintegrasi, dan membahagiakan masyarakat,”ungkap bupati saat memberikan sambutan di acara Festival Adminduk ke-4, di Halaman Kantor Dispendukcapil Kabupaten Kendal, Kamis(23/ 07/2026).
Bupati juga meminta kepada Disdukcapil, berbagai inovasi terus dikembangkan agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Festival Adminduk ke-4 ini menjadi sarana edukasi sekaligus upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat,”jelas bupati.
Selain berbagai layanan administrasi kependudukan, lanjut bupati, juga terdapat Lomba Pidato Adminduk Organisasi GOW, Lomba Mewarnai untuk jenjang PAUD/TK, pemberian MMT UMKM kepada Mitra Dukcapil, edukasi bibit lele, edukasi pemanfaatan sampah, serta Bazar UMKM Mitra Dukcapil Kendal.
“Saya mengapresiasi Disdukcapil yang terus berinovasi dan berkolaborasi dengan rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem administrasi kependudukan,”terang bupati.
Pada kesempatan ini, juga diluncurkan Gerakan Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan Kabupaten Kendal (GARDU KENDAL) Tahun 2026. Peluncuran ini menjadi tanda dimulainya gerakan secara lebih masif untuk mendorong terwujudnya keluarga yang sadar dan tertib administrasi kependudukan.
“Segera laporkan setiap perubahan data kependudukan, seperti kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perpindahan penduduk, maupun perubahan elemen data lainnya. Data kependudukan yang akurat merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang tepat sasaran,”pinta bupati.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kendal, Ratna Mustikaningsih mengatakan, bahwa Gerakan Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan untuk mendorong terwujudnya keluarga yang sadar dan tertib administrasi kependudukan selain itu juga, sebagi upaya mendorong kegiatan yang sifatnya kolaboratif antara Dispendukcapil dengan stakeholder dalam rangka memperkuat ekosistem administrasi kependudukan.
“Dalam giat kolaboratif ini, dapat kami laporkan pencapaian target per 30 Juni 2026, bahwa semester I Tahun 2026, rekam KTP elektronik sudah mencapai 99, 98 persen dari targetnya 99, 40 persen. Kalau melihat di semester I ini, kami sudah mencapai target, tapi kami juga masih mempunyai kesempatan satu semester, dan tentu saja tetap kami optimalkan untuk pencapaian perekaman KTP 100 persen,”ungkap Ratna Mustikaningsih.
Menurut Ratna, untuk kartu identitas anak(KIA), kepemilikannya sudah 86, 53 persen, dari targetnya 60 persen.
“Kalau melihat targetnya, kami sudah selesai di semester I, tapi tidak demikian. Karena ada angka 100 persen yang harus dicapai. Artinya, kita mengoptimalkan sumber daya yang kami punya, agar anak- anak kita memiliki identitas kependudukan berupa kartu identitas anak,”jelas Ratna.
Menurut Ratna, untuk akte kelahiran, sudah mencapai 99,90 persen, akan tetapi masih ada empat anak yang belum memilik akte kelahiran, namun setelah dilakukan pendataan, ternyata orang tuan keempat anak tersebut tidak ada di tempat.(SPW)


