Beranda Berita Utama UMP Berkomitmen Terus Dukung Pengembangan Pesantren Muhammadiyah

UMP Berkomitmen Terus Dukung Pengembangan Pesantren Muhammadiyah

16
0

BANYUMAS, TERASMEDIAGO.ID- Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lazismu, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto berkolaborasi menggelar Pelatihan Nasional Manajemen Perubahan bagi Mudir Pesantren Muhammadiyah.

Kegiatan yang berlangsung Rabu hingga Sabtu, 19–22 Agustus 2026 di Asrama Unggulan KH Abu Daldiri UMP yang diikuti 100 Mudir Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan pesantren tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dikerjakan bersama.

Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat tata kelola pesantren.

“Tata kelola yang terencana dan dijalankan secara baik akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pesantren. Ke depan pesantren harus menjadi pusat peradaban, pusat pendidikan, dan pusat kemandirian ekonomi umat. Pengembangan pesantren perlu dilakukan secara kolaboratif, mulai dari persyarikatan, kepala sekolah-madrasah, musyrif, orang tua, hingga para santri,” tegasnya.

Drs. H. Ikhsan Mujahid,  Wakil Rektor III UMP menyampaikan komitmen penuh kampus dalam mendukung ekosistem pesantren.

“Universitas Muhammadiyah Purwokerto berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Pesantren Muhammadiyah, terutama melalui penguatan sumber daya manusia.

Peningkatan kualitas SDM menjadi aspek penting dalam menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi pesantren,” ujarnya.

Dukungan LAZISMU dalam pelatihan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan ekonomi umat melalui jalur pendidikan.

Dengan penguatan kelembagaan pesantren, diharapkan lahir kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Dr. Fal Arofah Windiani, M.H, Ketua Panitia menjelaskan pelatihan ini dirancang berbasis aksi.

“Kami tidak ingin berhenti di tingkat teori saja. Para Mudir kami dorong memetakan problem, peluang, dan tantangan pesantrennya. Mereka juga dibekali strategi menghadapi resistensi serta mengoptimalkan peran sebagai agen perubahan. Targetnya, setiap peserta pulang membawa rencana perubahan yang langsung bisa diterapkan,” jelasnya.

Selama empat hari, materi mencakup manajemen perubahan, kepemimpinan transformasional, tata kelola kelembagaan, pemberdayaan ekonomi pesantren, hingga penguatan kurikulum berbasis Islam berkemajuan.

Ustadz Utsman Arif Fathka, Mudir MBS Bumiayu Brebes menyampaikan, manajemen perubahan harus dimulai dari hati dan niat yang lurus.

Seorang Mudir adalah pemimpin yang menggerakkan ruh pesantren.

Dr. KH. Habib Ghozali,  Mudir MBS Hamka Jeruklegi Cilacap menambahkan, tantangan pesantren hari ini bukan hanya soal santri dan kitab, tapi juga soal manajemen, ekonomi, dan jejaring.

Ustadz Mujahidin Aziz, Mudir PMTQ Darussalam Purbalingga juga mengaku optimis.

“InsyaAllah ilmu yang kami dapat di sini akan kami terapkan untuk memajukan PMTQ Darussalam agar semakin berkemajuan dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya.

Belajar Langsung ke Pesantren Mandiri
Sebagai bagian dari kolaborasi, peserta juga melakukan kunjungan ke Pesantren MBS Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok untuk melihat langsung praktik integrasi pendidikan agama, akademik, dan kemandirian ekonomi.

Dengan kolaborasi hebat LP2 PP Muhammadiyah, LAZISMU, dan UMP ini, diharapkan 100 Mudir yang dilatih mampu menjadi motor penggerak terwujudnya Pesantren Muhammadiyah yang unggul, mandiri, dan berkemajuan di seluruh Indonesia.(Tarqum Aziz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini