Beranda Berita Utama Gerakan Beramal Baik Jadi Penggerak Utama, Muhammadiyah Kuatkan Jaringan

Gerakan Beramal Baik Jadi Penggerak Utama, Muhammadiyah Kuatkan Jaringan

76
0

BANYUMAS,TERASMEDIAGO,ID – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banyumas sejak pertengahan 2026 memicu krisis air bersih di puluhan desa.

Menjawab kondisi darurat itu, Yayasan Gerakan Beramal Baik tampil sebagai penggerak utama penyaluran bantuan, dengan menguatkan jaringan bersama ortom Muhammadiyah Banyumas.

Program Bantuan Air Bersih Banyumas 2026 resmi diluncurkan Selasa (25/8/2026). Mengusung tagar #gerakanBeramalBaik, aksi ini menjadi bukti nyata kolaborasi kemanusiaan untuk 28.222 jiwa terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Banyumas, hingga 10 Agustus 2026 tercatat 8.371 kepala keluarga terdampak. Per 13 Agustus 2026, sebanyak 39 desa/kelurahan telah menerima distribusi air bersih dengan total mencapai 1,311 juta liter.

Untuk mempercepat jangkauan, Gerakan Beramal Baik menggandeng Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas, Muhammadiyah Disaster Management Center MDMC, LAZISMU, KOKAM, dan LHPB PD Aisyiyah Banyumas. Armada tangki bertuliskan SUBASITA CONSTRUCTION HUB dikerahkan untuk menjangkau titik-titik terjauh.

Wilayah prioritas pertama adalah Kecamatan Sumpiuh yang sudah berulang kali terdampak kekeringan sejak 2023. Di sana, bantuan disalurkan ke 5 desa: Karanggedang, Kebokura, Kemiri, Kradenan, dan Nusadadi.

Sumber air berasal dari mata air milik Tuniyem, kader PC Aisyiyah Sumpiuh di Desa Lebeng. Titik ini menjadi lumbung air penting selama kemarau.

Relawan MDMC Sumpiuh, Gustono, ditugasi mengatur distribusi agar tepat sasaran.
“Dalam situasi kekeringan, air bersih bukan hanya untuk bertahan hidup. Tapi juga supaya anak-anak bisa sekolah, mandi, dan cuci seragam dengan layak,” katanya.

Jaringan Muhammadiyah kemudian diperluas ke Ajibarang meliputi Desa Jingkang, Grumbul Kalisari, dan Grumbul Karangnangka.serta ke Gumelar untuk Desa Samudera, Samudera Kulon, dan Telaga. Di Gumelar, 1.000 liter air bersih disalurkan melalui Camat Gumelar.

Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji, menegaskan peran masing-masing lembaga.
“Gerakan Beramal Baik menjadi penggerak utama dalam penggalangan dana dan logistik. Kami dari ortom Muhammadiyah menguatkan jaringan di lapangan, memetakan titik, dan mengawal distribusi. Ini kerja bersama, bukan kerja satu lembaga,” ujarnya.

Pernyataan itu diamini warga penerima manfaat. Badriyah, warga Sumpiuh, mengaku sangat terbantu.

“Alhamdulillah ada bantuan. Cucu saya kelas 3 SD jadi bisa mandi dan berangkat sekolah bersih. Kalau tidak ada tangki ini, kami bingung,” ujarnya.

Bagi warga, setiap jeriken air yang datang membawa harapan. Aktivitas rumah tangga, kesehatan, dan pendidikan anak bisa tetap berjalan meski kemarau belum berakhir.

Subhan memastikan distribusi akan terus berjalan selama masyarakat masih membutuhkan.

“Insya Allah kami akan terus hadir. Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih, Gerakan Beramal Baik, PDPM, dan MDMC Banyumas tidak akan berhenti bergerak,” tegasnya.

Kiprah Gerakan Beramal Baik sebagai penggerak utama, ditopang penguatan jaringan Muhammadiyah di Banyumas, menunjukkan model penanganan kekeringan yang terstruktur. Mulai dari pemetaan, penggalangan, penyediaan sumber air, hingga distribusi dan monitoring.

Dari Sumpiuh ke Ajibarang hingga Gumelar, jaringan itu bekerja. Dan selama hujan belum turun, jaringan kemanusiaan inilah yang menjadi mata air harapan bagi warga Banyumas.(Tarqum Aziz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini