KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Kwartir Cabang Klaten, Jawa Tengah, siap menyambut kedatangan tim Estafet Tunas Kelapa (ETK) dari Kwartir Cabang Sukoharjo. Satu hari kemudian, Kwarcab Klaten juga siap memberangkatkan tim ETK ke perbatasan Boyolali.
Demikian dijelaskan Wakil Ketua Humas Kwarcab Klaten, Puspo Enggar Hastuti mewakili Ketua Kwarcab Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, saat memberi keterangan pers di Sanggar Bhakti Pramuka Nasional (SBPN) Klaten Tengah, Jumat (28/8/2026).
Turut hadir sejumlah pengurus Kwarcab Klaten yaitu Anik Ariastuti (Koordinator Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Estafet Tunas Kelapa 2026), Hadi Susanto (Kepala Pusdatin Kwarcab) dan Zainal Abidin (Wakil Ketua Binawasa).
Puspo menjelaskan, untuk penyambutan tim ETK akan berlatih pada 1 September 2026 sekira jam 13.00 di SDN 2 Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten. Tempat tersebut adalah wilayah perbatasan Klaten – Sukoharjo.
“Tunas Kelapa akan disemayamkan satu malam di Kwarran Cawas. Lalu akan diberangkatkan keesokan harinya dari Sanggar Bhakti Gerakan Pramuka Nasional Klaten Tengah,” jelas Puspo.
Sebelum penyambutan, Kwarcab Klaten akan terlebih dahulu mengadakan upacara Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Desa Barepan, Cawas, Selasa pagi (1/9/2026).
Selanjutnya, pemberangkatan tim ETK Kwarcab Klaten, akan berlangsung pada Rabu pagi (2/9/2026) start dari Sanggar Bhakti Pramuka Nasional Klaten Tengah menuju GOR Gelarsena, Klaten Utara.
Untuk pemberangkatan, pasukann ETK terdiri dari 61 anggota Pramuka sebagai pasukan inti, pasukan tambahan 62 anggota, serta ditambah semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klaten, kelompok drumband, dan masyarakat, akan berjalan sejauh 5 kilometer menuju etape 2.
Pasukan ETK Klaten akan menyusuri desa-desa di 5 kecamatan yaitu Klaten Tengah, Klaten Utara, Ngawen, Karanganom, dan Polanharjo.
Adanya ETK yang diselenggarakan serentak oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah ini, dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 dengan tema “Pramuka Berkontribusi Nyata dalam Membangun Peradaban Bangsa”. Juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan mempererat persaudaraan antar anggota Gerakan Pramuka.
“Kegiatan ini juga untuk memasyarakatkan gerakan Pramuka serta meningkatkan citra positip organisasi di tengah masyarakat,” jelas Puspo.
ETK di Klaten Terbagi Dalam 5 Etape
Puspo melanjutkan, untuk ETK di Klaten terbagi dalam 5 etape. Untuk penerimaan ETK dari Kwarcab Sukoharjo adalah etape khusus.
Etape pertama dari Sanggar Bhakti Nasional Gerakan Pramuka (SBNGP) di Jalan Pramuka (Klaten Tengah) menuju Kwartir Ranting (Kwarran) Klaten Utara tepatnya di depan GOR Gelarsena sebagai etape ke 2.
Selanjutnya, dari etape 2 menuju Kwarran Ngawen sebagai etape 3 tepatnya di Lapangan Mayungan. Dilanjutkan dari etape 3 menuju Kwarran Karanganom sebagai etape 4 yaitu di SDN 2 Jurangjero.
Selanjutnya dari etape 4 menuju Kwarran Polanharjo sebagai etape 5 tepatnya di depan Balaidesa Ponggok. Kemudian dari etape 5 menuju titik penyerahan Kwarcab Boyolali. Lokasi penyerahan di Pemancingan 100 Janti sebagai wilayah perbatasan Klaten – Boyolali.
“Setiap etape peserta menempuh jarak sekitar 5 kilometer sampai 5,5 kilometer. Total jarak tempuh 21 kilometer,” tambah Zainal Abidin selaku Wakil Ketua Binawasa Kwarcab Klaten.
Jumlah pasukan per etape, lanjut Zainal, ada 61 anggota Pramuka sebagai pasukan inti. Ditambah pasukan pendukung 62 anggota, serta pasukan penggembira yang melibatkan peserta didik, anggota Pramuka baik Penggalang, Penegak, Pandega, dan Pembina. Serta masyarakat juga terlibat di sepanjang etape.
Sejarah dan Latar Belakang ETK
Puspo menegaskan bahwa ETK ini penuh sejarah yang belum semua masyarakat tahu. Sehingga dengan momen ETK inilah penting untuk menyebarkan sejarah tersebut.
Cikal bakal ETK lahir pada tahun 1967 yang dicetuskan oleh Kak Johny Andries, Kak Adi Sucipto, dan Kak Marwoto dengan nama “Gerak Jalan Tunas Kelapa”. Gerak jalan ini dilakukan nonstop siang malam yang didukung Korem 073/Makutarama Kak Kolonel Suparno.
Lalu pada tahun 1970 dan 1979 resmi menjadi kegiatan Kwarda Jawa Tengah dengan nama Estafet Tunas Kelapa. Kegiatan ini terinspirasi dari nilai perjuangan dan rute gerilya Jenderal Soedirman.
Klaten sendiri merupakan area historis gerilya yaitu menjadi lokasi Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Pos X-1 pada Agresi Militer Belanda II (1948) di bawah Komando Kolonel AH Nasution.
“Dengan kegiatan ETK ini, Kwarcab Klaten mengajak kepada semua generasi muda untuk melakukan aksi nyata bukan hanya sekedar sebagai penonton di media sosial,” ujar Puspo.
Kegiatan Kepramukaan, lanjutnya, adalah sebagai ruang pembentukan karakter yang adaptif. Di situ ada penggabungan nilai-nilai kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian lingkungan.
Kwarcab Klaten juga melakukan serangkaian kegiatan bakti sosial dengan melakukan penanaman pohon dan cabut paku di pohon. (Hasna)









