Beranda Berita Utama Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Muh Haris: Kasus TBC, Indonesia Terbanyak...

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Muh Haris: Kasus TBC, Indonesia Terbanyak Ke- 2 Setelah India

31
0
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Haris sedang tanda tangan komitmen bersama.(Foto:TM/ SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Haris, bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Semarang, menggelar acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas) di Gedung Olahraga Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Jumat(03/04/ 2026).

Dalam sambutannya, Muh Haris meyampaikan bahwa, tujuan sosiasilasi ini dilakukan agar masyarakat bisa menghindarkan dari dua hal, yang pertama stunting dan yang kedua TBC.

Karena stunting termasuk masalah besar di Indonesia, sedangkan TBC Indonesia terbanyak kedua di dunia setelah India.

“Dengan adanya sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat(Germas) ini, harapannya agar kita bisa mengedukasi masyarakat kemudian bisa menghindarkan dari dua penyakit tersebut. Dan yang paling mendesak saat ini, masyarakat harus bisa hidup sehat dengan menghindari dua hal itu, yakni TBC dan stunting,”ungkap Muh Haris.

Menurut Muh Haris, TBC itu merupakan penyakit yang sangat berbahaya, bahkan pembunuh yang luar biasa, maka dari itu, masyarakat harus bisa menghindar dari TBC, baik itu yang terkait dengan kegiatan sehari-hari maupun dalam kegiatan yang rutin di masyarakat.


“Penyakit TBC, Jawa Tengah termasuk peringkat ke- 5,”ujarnya.

Kepala Bidang(Kabid) pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunani Rahayuning Tyas membenarkan bahwa Indonesia jumlah kasus TBC tertinggi kedua selah India.

Maka untuk bebrapa bulan terakhir Provinsi Jawa Tengah berupaya menemukan data sebanyak-banyaknya dengan cara melakukan screening atau pemeriksaan kepada masyarakat, sehingga akan bisa terdeteksi.

“Setelah terdeteksi, kemudian kita melakukan langkah-langkah untuk intervensi, ya termasuk penyembuhan sampai pasien sembuh. Itu upaya yang kami lakukan terus kepada pasien,”kata Yuni.

Selain itu, menurut Yuni, Dinas Kesehatan juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan juga melakukan tracing kepada seseorang yang terkonfirmasi penyakit TBC.

Misalnya ada salah satu keluarga yang positif suspect, keluarga itu harus dilakukan pencegahan agar tidak menular.

“Sedangkan untuk stunting, di tahun 2024 dari hasil SSGI Jawa Tengah di angka 17,1 persen. Sedangkan 2025 tidak ada survei, sehingga kami masih memakai data yang sama,”ujarnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini