Beranda Berita Utama Bupati Tika Launching Program Z-MART dan Program Ekonomi Produktif Baznas

Bupati Tika Launching Program Z-MART dan Program Ekonomi Produktif Baznas

150
0
Bupati Tika sedang memberikan sambutan.(Foto:TM/ SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari launching Program Z-MART dan Program Ekonomi Produktif Baznas Kabupaten Kendal Tahun 2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu 16 September 2026.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, bupati mengucapkan selamat datang di Kabupaten Kendal kepada Pimpinan Baznas RI dan Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran dan para tamu udangan.

Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Baznas dan semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus komitmen Baznas dalam mendorong kemandirian ekonomi umat dalam pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi.

Kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Baznas perlu terus diperkuat, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, melalui zakat produktif, sehingga kemanfaatannya semakin meluas.

Menurut bupati, pada kesempatan ini dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis lima program unggulan dari Baznas kepada para mustahik, yaitu Program Z-MART, sebagai program penguatan usaha perdagangan masyarakat melalui pengembangan warung atau toko produktif.

Program Z-AUTO, sebagai program pemberdayaan ekonomi melalui usaha jasa otomotif, Program Z-LAUNDRY, yang memberikan peluang usaha di bidang jasa laundry sekaligus membuka lapangan pekerjaan di masyarakat, Program Z-Barber, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui usaha jasa pangkas rambut yang memiliki peluang pasar cukup baik dan Program ZCD – Pupuk Organik Reaksi Cepat “Pro Tani”, yang sangat menarik karena memadukan pemberdayaan ekonomi, peternakan, pertanian, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berharap, kelima program ekonomi produktif Baznas ini tidak berhenti pada acara launching hari ini saja, namun saya ingin melihat ke depan, Z-MART semakin banyak dan semakin berkembang, Z-Auto mampu melahirkan wirausahawan baru, Z-Laundry membuka peluang kerja bagi masyarakat, Z-Barber melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan Pro Tani mampu menjadi produk unggulan pupuk organik dari Kabupaten Kendal yang memberikan manfaat bagi peternak, petani, lingkungan, sekaligus perekonomian masyarakat,”ungkap bupati.

Selain kelima program tersebut, lanjut bupati, Baznas juga menyalurkan Program Pendidikan, berupa Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an sebanyak 60 santri dan sudah terlaksana, Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebanyak 50 orang (sedang berlangsung seleksi), bekerja sama dengan lima perguruan tinggi di Kendal, yaitu UMKABA, UNISS, STIKES, STIK, dan Poltekkes Kemenkes Semarang.

“Program-program yang kita launching pada hari ini merupakan ikhtiar Kita bersama untuk mengubah bantuan menjadi keberdayaan dan kemandirian. Saya juga ingin memberikan perhatian khusus kepada para Ketua UPZ di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal, baik UPZ OPD, Puskesmas, Sekolah, Kecamatan maupun Desa,”terang bupati.

Bupati berharap, seluruh UPZ agar dapat meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak dan Shodaqoh melalui Baznas Kendal.

Untuk itu, kepada para Ketua UPZ agar dapat menjadi penggerak dan contoh bagi masyarakat di lingkungannya untuk semakin sadar menunaikan zakat dan meningkatkan infak serta shodaqoh.

“Mari kita bangun kepercayaan masyarakat bahwa berzakat melalui Baznas adalah bagian dari upaya bersama untuk membangun kesejahteraan masyarakat Kendal,”ajaknya.

Pimpinan Baznas RI, H. Mokhamad Mahdum mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap pengembangan zakat produktif.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi penerimanya.

“Tujuannya memastikan para penerima zakat dari Baznas ini kemudian tidak bergantung lagi pada Baznas. Setelah mendapatkan dana, dibina dan didampingi, beberapa tahun kemudian diharapkan menjadi orang yang mampu,” kata Mahdum.

Mahdum menyampaikan, keberhasilan program tersebut bukan sekadar ketika mustahik mampu meningkatkan pendapatan, namun mereka diharapkan dapat berubah status dari penerima menjadi pemberi.

“Paling tidak mampu untuk bersedekah atau mampu memberi zakat. Intinya itu, mengubah mental dari penerima menjadi pemberi,” ujar Mahdum.

Mahdum mengatakan, zakat produktif juga diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan ekonomi, tetapi membentuk penerima manfaat yang memiliki kepedulian sosial.

“Kami berharap outcome-nya selain ekonomi meningkat, juga menjadi orang-orang yang saleh. Saleh secara pribadi, juga saleh secara sosial,” ucapnya.

Ia menyebut, kebijakan zakat produktif juga dijalankan secara nasional. Di tingkat Baznas pusat, sekitar 50 persen dana yang dikelola dialokasikan untuk program zakat produktif.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Z Mart. Menurut Mahdum, saat ini telah terdapat sekitar 6.000 unit Z Mart yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Khusus Jawa Tengah, tercatat sekitar 1.002 unit.

“Artinya program ini serentak. Kalau ada Z Mart di Kendal, berarti di kabupaten lain juga ada. Ini memang kebijakan nasional agar program-program zakat lebih produktif dan lebih mengena dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” jelas Mahdum.

Mahdum juga mendorong para penerima bantuan untuk tidak menjalankan usaha secara pasif. Mereka dituntut memahami kebutuhan konsumen dan memberikan pelayanan yang semakin baik.

“Sekarang modelnya adalah customer ingin dimanjakan. Jadi kami berharap para penerima zakat produktif ini bukan sekadar menjalankan, tapi betul-betul proaktif menjadi seorang pengusaha yang tangguh,” ujarnya.

Ketua Baznas Kabupaten Kendal, Syamsul Huda, menjelaskan bahwa penerima bantuan merupakan mustahik yang sebelumnya telah memiliki usaha berskala kecil. Mereka dinilai memiliki potensi untuk berkembang, namun masih membutuhkan tambahan modal.

“Mereka sudah berstatus usaha kecil, bukan dari nol, tetapi mereka benar-benar mustahik. Kami tambahkan modal agar usaha mereka bisa lebih berkembang lagi,” ujar Huda.

Huda memaparkan, besaran bantuan modal yang diberikan kepada masing-masing mustahik bervariasi sesuai dengan jenis usaha. Untuk program Z-Laundry, misalnya, bantuan yang diberikan mencapai Rp15 juta, sementara Z-Auto sebesar Rp15 juta dan Z-Mart sebesar Rp8 juta.

Selain memberikan bantuan permodalan, Baznas Kendal juga memastikan setiap penerima mendapatkan pendampingan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.

“Setiap program kami dampingi. Misalnya Z-Barber kita latih selama 10 hari, Z-Laundry kita latih tiga hari, dan yang lainnya juga kita dampingi,” ujarnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini