KENDAL,TERASMEDIAGO.ID-Kantor Koperasi Bhakti Makmur Jaya, yang ada di Jalan Pahlawan No. 73 B, Dusun Sapen, Kecamatan Boja Kendal, digeruduk oleh puluhan anggotanya, Jumat(27/03/2026).
Setelah memasang spanduk di depan kantor itu, mereka masuk ruangan menemui para pengurus koperasi tersebut untuk menanyakan uang tabungan, uang simpanan hari raya(Sihara) dan juga uang deposito yang sebagian besar belum juga cair hingga hari ini.
Padahal, uang tersebut harusnya cair pada 17 Maret 2026 lalu sesuai yang telah dijanjikan oleh pihak manajemen. Namun meski telah berulangkali ditanyakan, pihak koperasi tak bisa memberikan jawaban yang pasti.
Akhirnya, hari ini dengan pengawalan anggota Polsek Boja, mereka masuk kantor koperasi itu ditemui oleh sejumlah karyawan.
Salah seorang karyawan bernama Animah mengatakan, tidak terpenuhinya hak anggota yakni pencairan uang simpanan dan tabungan bahkan deposito, karena ada salah satu pengurus melakukan tindakan yang merugikan pihak koperasi.
Atas kejadian tersebut pihak manajemen telah melakukan langkah merestrukturisasi anggota, sebagai bentuk tanggungjawab.

Setelah selesai restrukturisasi, nanti para anggota akan diberikan surat undangan tertulis untuk menghadiri acara restrukturisasi tersebut.
“Dan terkait hak para anggota koperasi, kami dari pihak manajemen akan menerapkan skema pembayaran para anggota koperasi dengan jangka waktu dan metode pembayaran tertentu,”kata Animah.
Karena tak puas dengan jawaban Animah ini, puluhan anggota koperasi, kemudian mendatangi rumah bendahara Koperasi Bhakti Makmur Jaya yang ada di Desa Ngaben Boja, bernama Mora Sandy Purwandono.
Di rumah Mora Sandy Purwandono yang juga anggota DPRD Kabupaten Kendal dari Partai Golkar ini, mereka juga memasang spanduk yang bertuliskan “Yang Terhormat, DPRD Golkar Bapak Mora Sandy Porwandono dan Ibu, Kalian Pergi Kemana Tetap Kami Kejar”.
Rupanya, rumah yang didatangi ini, pagarnya terkunci rapat dan pintu- pintu rumah tersebut juga sudah digembok untuk beberapa hari terakhir. Dengan kondisi ini, puluhan anggota koperasi ini harus gigit jari pulang ke rumah masing- masing.
Salah satu anggota Koperasi Bhakti Makmur Jaya(BMJ) Setiati mengatakan, pihaknya mempunyai deposito sebesar Rp 100 juta, hingga kini belum juga cair.
Banyak anggota yang lain, baik deposito maupun tabungan bahkan uang simpanan hari raya juga belum cair.
Sementara anggota yang lain bernama Mudi(34) menduga, tertundanya pembayaran itu akibat uang yang ada di koperasi, diduga digunakan oleh sang bendahara untuk kepentingan pribadi, sehingga mengakibatkan tidak lancarnya kegiatan koperasi itu.
“Jika upaya yang kami lakukan bersama puluhan anggota yang lain belum juga membuahkan hasil, beberapa hari ke depan, kami akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi di Gedung DPRD Kendal, menyasar Mora Sandy Purwandono,”katanya.(SPW)









