KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Dua bersaudara kakak beradik warga Klaten menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kedua korban tersebut warga Dukuh Sidorejo, Desa Lumbungkerep, Wonosari, Klaten. Keduanya dalam perjalanan sebagai sopir truk mengantar perkakas gerobak untuk berjualan es teh ke Samarinda. Namun barang diantar hanya sampai Banjarmasin.
Dua korban tersebut yakni Danang Yuliyanto (31) dan Bagus Mahendra (25), anak Sutarto – Mardiyah.
Menurut adik korban, Sintya Dewi saat dikonfirmasi, membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, kabar adanya kapal tenggelam tersebut pertama kali diterima Bapaknya pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10 pagi.
Kabar tersebut diterima Sutarto dari salah seorang kawannya yang bekerja di pelabuhan Surabaya. Saat menerima kabar, Sutarto tengah melakukan perjalanan ke Sragen bersama rombongan lamaran pengantin.
“Belum sampai ke tempat tujuan, bapak saya menerima kabar kalau kapal yang dinaiki dua kakak saya tenggelam. Bapak minta turun dari mobil rombongan, lalu naik grab pulang, karena hati sudah tidak enak,” kata Sintya, Selasa (15/9/2026).
Untuk mengetahui kondisi anaknya, Sutarto beserta istri Danang lalu bertolak ke Banjarmasin pada Senin pagi dari rumah, naik pesawat dari Surabaya.
Sebelumnya Tidak Pernah Naik KM Virgo
Sintya melanjutkan, kedua kakaknya tersebut sudah beberapa tahun lamanya, selalu mengantar perkakas tersebut ke luar Jawa, paling sering ke Kalimantan.
Pekerjaan tersebut melanjutkan usaha bapaknya, yang kini berhenti karena sudah tua.
“Dulu kakak saya Danang itu bekerja di Jakarta setelah lulus kuliah. Setelah menikah melanjutkan usaha bapak yaitu mengantar pesanan perkakas tersebut, bersama Mas Bagus,” ucapnya.
Menurut Sintya, biasanya kedua kakaknya ini naik KM Dharma. Menggunakan KM Virgo Transport 8 ini baru pertama kali. Saat kejadian, kedua korban sempat bergandengan tangan dari penjelasan kakaknya Danang yang tertolong.
Saat kejadian Danang dan Bagus sempat bergandengan tangan dan memakai pelampung. Namun salah satunya terdorong hingga gandengan tersebut lepas. Danang bisa tertolong, sedang Bagus sampai saat ini belum ditemukan. Sintya berharap, kakaknya segera ditemukan dan pulang dalam kondisi sehat.
“Semoga pulang dalam keadaan sehat, nggak ada kurang suatu apapun. Bisa sampai rumah dengan selamat. Kalau kondisi Mas Danang berangsur membaik di rumah sakit, namun masih trauma,” katanya.
Dikutip dari situs resmi Kemenhub, Senin (14/9/2026), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.
“Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dudy mengatakan korban tersebut dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dievakuasi ke Banjarmasin. Data tersebut dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR. (Hasna)









