KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menghadiri acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Kendal (IMAKEN) Periode 2026-2028, di Ruang Rapat Abdi Praja Setda Kendal, Sabtu 26 September 2026.
Dalam sambutannya, bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IMAKEN, atas peran, kontribusi dan sumbangsih yang besar kepada Kabupaten Kendal selama ini.
“Selamat kepada Seluruh Pengurus Ikatan Mahasiswa Kendal yang dilantik hari ini. Semoga dengan pengurus baru, IMAKEN Pusat dapat menjadi organisasi kemahasiswaan yang semakin baik dan membawa manfaat,”kata bupati.
Bupati menyampaikan, bahwa IMAKEN memiliki peran penting dalam membangun solidaritas antar anggota, memperkenalkan potensi daerah, serta berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Menurut bupati, pelantikan ini menjadi tonggak penguatan komitmen dan tanggung jawab seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Untuk mendukung efektivitas jalannya organisasi, diperlukan penyusunan program kerja yang sistematis, terarah, dan selaras dengan visi dan misi IMAKEN.
Oleh karena itu, pelaksanaan rapat kerja juga menjadi agenda penting sebagai forum musyawarah untuk merumuskan program-program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan ke depan.
“Ketika kita berbicara tentang pemuda, kita sebenarnya sedang berbicara tentang masa depan Kendal. Tetapi saya ingin mengubah cara pandang kita. Pemuda jangan hanya disebut sebagai generasi penerus. Pemuda juga harus kita tempatkan sebagai generasi pelaku pembangunan. Artinya, pemuda tidak perlu menunggu menjadi tua, menunggu menjadi pejabat, atau menunggu memiliki posisi tertentu untuk memberikan kontribusi,”ungkap bupati.
Bupati menegaskan, mulai hari ini, pemuda sudah harus mengambil peran. Dan salah satu ruang yang sangat penting untuk belajar mengambil peran tersebut adalah organisasi kepemudaan melalui IMAKEN dan lainnya.
“Organisasi kepemudaan bukan sekadar tempat berkumpul. Organisasi adalah tempat belajar menjadi pemimpin. Di dalam organisasi kita belajar bagaimana mengambil keputusan, bagaimana menghargai pendapat orang lain, bagaimana menyusun program, bagaimana membagi tugas, bagaimana menyelesaikan persoalan, bagaimana mempertanggungjawabkan keputusan, dan bagaimana bekerja bersama orang yang memiliki latar belakang dan pemikiran yang berbeda,”papar bupati.
Dikatakan, bahwa perubahan zaman berlangsung sangat cepat. Teknologi berkembang pesat. Organisasi kepemudaan harus mampu beradaptasi, seperti yang akan Kalian ikuti pada Talkshow Ekologis dengan tema “Menumbuhkan Kesadaran Ekologi, Menggerakkan Generasi Muda untuk Kendal Berkelanjutan”.
“Saya ingin organisasi pemuda kita khususnya IMAKEN semakin maju dan tertib. Datanya jelas. Administrasinya baik. Programnya terencana. Kaderisasinya berjalan. Pemimpinnya berganti secara sehat. Pemudanya mampu memanfaatkan teknologi. Organisasinya terbuka terhadap kolaborasi, dan yang paling penting, keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”jelas bupati.
Oleh karena itu, bupati mengajak seluruh pemuda yang hadir pada hari ini untuk tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Jadikan pertemuan ini sebagai awal untuk melakukan pembenahan. Sepulang dari sini, lihat kembali organisasi apakah sudah menerapkan prinsip pengelolaan yang baik?
“Saya percaya Kabupaten Kendal memiliki banyak pemuda yang kreatif, kritis, memiliki kepedulian, dan memiliki semangat untuk berkontribusi. Karena itu, mari kita bangun organisasi pemuda Kendal yang,tertib dalam tata kelola, adaptif menghadapi perubahan, kolaboratif dalam bergerak, dan berdampak bagi masyarakat. Pemuda bergerak. Pemuda berkolaborasi. Pemuda berdampak. Kendal semakin kuat,”pungkasnya.

Pembina IMAKEN Pusat, Khusnul Huda, menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni atau kegiatan berkumpul dan mengucapkan sumpah. Setelah pelantikan, terdapat tanggung jawab untuk menjalankan organisasi.
“Jadi jangan sampai kemudian berpikir, alah, sing penting wis pelantikan. Karena pelantikan itu hanya langkah awal untuk bagaimana Imaken bisa lebih baik,” kata Khusnul Huda.
Huda mengatakan, IMAKEN juga bukan sekadar wadah berkumpulnya mahasiswa asal Kendal yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Semarang, seperti UNNES, UNDIP, Universitas Wahid Hasyim, dan perguruan tinggi lainnya.
Menurutnya, IMAKEN diharapkan dapat menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa asal Kendal untuk berproses selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, sebelum nantinya kembali ke daerah asal.
“Sekarang teman-teman ada yang di UNDIP, ada yang di UNNES, ada yang di UNISSULA, ada yang di Wahid Hasyim, ada yang di USM. Tapi percayalah, teman-teman nanti akan kembali ke Kendal,” ujar Huda.
Meski demikian, Huda menyebut ada kemungkinan sebagian anggota tidak kembali ke Kendal karena menikah dan menetap di luar Jawa. Namun, setidaknya para mahasiswa tersebut tetap memiliki daerah asal yang menjadi bagian dari identitas mereka, yakni Kendal.
“Artinya, ini juga harus dipersiapkan dengan baik, sehingga kalau selesai nanti teman-teman juga bisa berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Kendal,” katanya.
Lebih lanjut, Huda menyampaikan sejumlah hal yang dapat dilakukan anggota IMAKEN. salah satunya adalah membangun solidaritas dan kebersamaan.
Menurut Huda, anggota IMAKEN perlu menumbuhkan solidaritas dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan kampus masing-masing, tetapi juga di luar kampus. Kebersamaan tersebut, kata dia, penting untuk dijaga dalam rangka membangun hubungan antarmahasiswa asal Kendal.
“Kita sama-sama di Semarang, misalnya orang perantauan. Kita tidak bisa hidup sendiri, kita harus berproses bersama-sama. Yang selanjutnya, gunakan waktu teman-teman untuk membikin jaringan,” ungkap Huda.
Huda juga mendorong anggota IMAKEN untuk membangun relasi dan jaringan sebagai sarana belajar serta mengembangkan organisasi. Dengan jaringan yang luas, ia berharap IMAKEN ke depan dapat menjadi organisasi yang semakin baik dan memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kendal. (SPW)


