JAKARTA, TERASMEDIAGO.ID-Ratusan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (01/10/2026).
Aksi ini menjadi perhatian banyak orang karena berbeda dari demo-demo MBG sebelumnya yang dilakukan pelajar di Papua. Kali ini, yang turun ke jalan adalah para pemilik dapur MBG.
Koordinator aksi, Putri Amara pemilik dapur MBG wilayah Lamongan-Gresik, mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah skema insentif secara sepihak.
“Dulu kami dijanjikan Rp6 juta per hari sebagai biaya kesiapan layanan dan sewa fasilitas dapur. Namun sekarang per tanggal 5 Oktober 2026 bakal diubah menjadi Rp2.000 per porsi dari alokasi Rp15 ribu,” teriak Putri di atas mobil.
Sedangkan menurut para mitra, mereka telah membangun dapur sesuai standar BGN dengan modal pribadi ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Skema Rp6 juta per hari sebelumnya diperhitungkan untuk balik modal dalam dua hingga 2,5 tahun.
Jika diubah menjadi Rp2.000 per porsi, dapur yang melayani di bawah 3.000 penerima manfaat per hari dipastikan akan merugi.
Sementara BGN berdalih dana Rp6 juta tersebut bukan keuntungan, melainkan biaya kesiapan. Perubahan skema dinilai agar lebih proporsional dengan jumlah porsi yang benar-benar disajikan ke siswa.
Aksi di DPR ini berlangsung damai, massa membawa spanduk bertuliskan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kepala BGN Daryono.
Aksi ini memicu pro dan kontra di media sosial. Sebagian warganet bersimpati dengan mitra, dan sebagian lainnya menyindir sinis para pemilik MBG yang ikut aksi demo itu.(Dul)


