KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Salah satu korban Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam dalam perjalanan Surabaya – Banjarmasin beberapa hari lalu, Bagus Mahendra (20), sudah ditemukan. Hari ini jenasah dimakamkan, bersamaan dengan kakaknya menikah.
Jenasah korban tiba di rumah duka Dukuh Sidorejo, Desa Lumbungkerep, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu siang (23/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Sesampai di rumah duka, keluarga dan para pelayat menyambut dengan isakan tangis. Ibu dan bapak korban, serta keluarga besarnya menangis histeris.
Setelah disemayamkan sebentar di rumah duka serta disalatkan, jenasah dimakamkan di TPU Sasono Loyo tak jauh dari rumah duka.
Di antara keluarga besarnya, nampak Danang Yuliyanto (38 ) kakak almarhum yang juga menjadi korban kapal virgo tersebut, nampak tak kuasa menahan rasa dukanya.
Danang menjelaskan, ia bersama adiknya ini, sudah terbiasa melakukan perjalanan Surabaya – Banjarmasin naik kapal. Keduanya bekerja mengirim barang perkakas pesanan.
“Kami sudah terbiasa mengirim barang dengan naik kapal. Kemarin itu perjalanan kami naik Virgo sudah ketiga kalinya,” kata Danang.
Awalnya, Danang dan Bagus naik KM Virgo pada tanggal 13 September 2026. Kapal berangkat dari Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB menuju Banjarmasin.
Pada malam hari, saat keduanya tidur, tiba-tiba banyak orang berlarian. Ia mengajak adiknya untuk keluar, ingin melihat apa yang terjadi.
Setelah dirasakan, ternyata posisi kapal sudah miring ke kiri. Danang menggandeng adiknya untuk keluar. Namun karena banyak yang panik, semua orang ingin keluar dan kondisi gelap, Danang terdorong kecebur.
“Setelah saya terdorong, otomatis tangan adik saya terlepas, saya bingung,” ucapnya menahan tangis.
Danang berhasil diselamatkan meski kakinya terluka. Ia sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit.
Lalu pada Minggu sore (20/9/2026) ia pulang ke Klaten bersama istri dan bapaknya. Pasca kejadian, istri Danang dan bapaknya langsung terbang ke Banjarmasin.
Jenasah korban Bagus ditemukan di pesisir Kalimantan Tengah pada Selasa pagi (22/9/2026).
“Kami dihubungi pihak rumah sakit untuk memastikan apakah jenasah tersebut Bagus apa bukan. Setelah kami cocokkan dengan baju dan kalung yang dipakai, benar itu adik saya,” ujarnya.
Menurut rencana, hari ini Bagus menjadi saksi pernikahan kakaknya, yaitu adik Danang.
Namun takdir berbicara lain. Bagus pulang untuk dimakamkan di dekat keluarganya.
Sementara Pj Kades Lumbungkerep, Rusdiyanto, mengaku warga di sini sangat kehilangan Bagus. Ia sosok yang supel, ringan tangan (suka menolong), dan grapyak sehingga temannya banyak.
“Bagus itu anaknya baik, grapyak, enthengan (suka menolong). Dia anaknya juga rajin, sering diajak kakaknya menjadi kenek,” kata Rusdiyanto.
Prosesi pemakaman berlangsung lancar. Keluarga berharap, semoga para korban yang hilang, segera ditemukan. (Hasna)

