KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Ratusan warga sejak pagi mendatangi festival dawet di Lapangan Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026).
Pembagian dawet gratis ini diadakan oleh para pedagang dawet yang tergabung dalam paguyuban Sedulur Dawet Bayat (SDB).
Menurut Ketua Panitia, Partisipasi, SDB menyediakan 6000 cup dawet gratis, yang dibagikan mulai jam 9 sampai selesai.
“Warga yang datang ke sini boleh minum dawet sepuasnya, asal tidak dibawa pulang. Namanya saja festival, jadi harus minum bersama di lokasi,” kata Partisipasi.
Selain berbagai dawet gratis, SDB juga memberi santunan dan pembagian sembako untuk 96 anak yatim serta kaum dhuafa.
Kegiatan rutin tahunan ini sudah berjalan selama 6 kali. Tahun ini ulang tahun SDB yang ke 6. Tahun depan, panitia mengatakan, akan diadakan lebih meriah dan lebih banyak lagi dawetnya.
“Tahun lalu ada 5000 cup, tahun ini ada 6000 cup, dan tahun depan semoga lebih banyak lagi,” katanya.
Partisipasi menambahkan, di Bayat khususnya di Desa Bogem, ada seratusan para pedagang atau penjual dawet yang tersebar di berbagai daerah. Ada yang berjualan di Solo, Wonogiri, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan lokalan Klaten.
“Pedagangnya banyak, ada sekitar seratusan orang. Namun yang tergabung dalam SDB baru 20 orang,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, bupati didaulat menjadi penjual dawet, yang melayani langsung para warga yang berjubel. Warga pun berebut minta dawet yang dilayani bupati.
“Rasanya mantap, seger, apalagi yang melayani tadi Pak Bupati, tambah oke,” kata Sumiyati, warga Wedi Klaten.
Bupati Hamenang sangat mengapresiasi dengan kegiatan berbagi yang dilakukan oleh SDB ini. Pembagian dawet ini merupakan promosi salah satu ikon kuliner legendaris yang berasal dari Bayat, Klaten.
“Kita patut berbangga hati bahwa salah satu ikon kuliner dari Klaten, berasal dari Bayat. Dawet ini sudah banyak tersebar di berbagai kota,” kata Bupati Hamenang.
Bupati berharap, dengan adanya festival dawet atau berbagi dawet gratis ini, membuat para pelaku UMKM perdawetan ini semakin laris dan sejahtera.
Yang menjadi cirikhas dawet asal Bayat ini yaitu cendolnya terbuat dari bahan pati onggok atau tepung sagu, sehingga lebih kenyal dan lembut. Untuk kuahnya dari santan, gula merah, dan irisan nangka.
Satu porsi dawet dengan ukuran gelas sedang, biasanya dibandrol dengan harga Rp8000 sampai Rp10.000. Isian dawet juga bervariasi, bisa dicampur dengan tape singkong, tape ketan, maupun irisan nangka. (Hasna)


