BANYUMAS,TERASMEDIAGO.ID–Impian menjadi seorang artis didambakan oleh penyanyi muda asal Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Nayla Zahrotul Rizkiyah, yang tengah berjuang di ajang pencarian bakat D’Academy (DA) 8 Indosiar.
Bahkan, ia mendapat pendampingan hukum dari pengacara Djoko Susanto.
Pendampingan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan hukum yang berpotensi muncul selama berkarier di dunia hiburan.
Djoko Susanto menjelaskan, profesi advokat tidak hanya mendampingi seseorang ketika menghadapi persoalan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan dan konsultasi hukum secara preventif, termasuk bagi para pelaku industri hiburan.
“Klien kami, Mbak Nayla Zahrotul Rizkiyah, yang merupakan wakil Banyumas di ajang D’Academy 8 Indosiar, meminta pendampingan hukum agar selama mengikuti kompetisi hingga berkarier di dunia entertainment dapat berjalan dengan baik. Dunia hiburan sangat rentan dengan persoalan hukum, mulai dari kontrak kerja, hak dan kewajiban, hingga berbagai aturan yang harus dipahami. Karena itu kami siap memberikan pendampingan dan advokasi,” ungkap Djoko Susanto.
Djoko menegaskan, keberadaan pengacara bukan berarti seseorang sedang menghadapi masalah hukum. Menurutnya, pendampingan hukum justru menjadi bentuk perlindungan agar setiap proses yang dijalani berjalan sesuai aturan.
“Pengacara tidak selalu mendampingi orang yang bermasalah. Dalam kapasitas Nayla sebagai peserta ajang pencarian bakat, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan lancar, tidak ada pelanggaran aturan maupun hal-hal yang dapat merugikan dirinya. Kami berharap Nayla mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Banyumas,” katanya.
Sementara itu, kakak Nayla, Atun Sutiana (37), mengatakan perjuangan adiknya hingga masuk karantina D’Academy 8 tidaklah mudah. Nayla mengawali seleksi melalui audisi online sebelum akhirnya dipanggil mengikuti audisi langsung di Jakarta oleh Indosiar.
“Awalnya Nayla mengikuti audisi secara online selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu mendapat panggilan untuk audisi offline di Indosiar. Sempat pulang ke Banyumas, kemudian sekitar sepuluh hari kemudian dipanggil kembali untuk mengikuti karantina. Sekarang sudah sekitar dua minggu menjalani karantina,” ujar Atun.
Atun berharap masyarakat Banyumas terus memberikan dukungan kepada Nayla agar mampu melaju hingga babak akhir kompetisi.
“Kami berharap Nayla bisa terus lolos dan membawa nama baik Banyumas. Kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan membantu memviralkan perjuangannya. Dukungan juga dapat diberikan melalui aplikasi resmi yang digunakan selama kompetisi,” tuturnya.
Meski demikian, Atun mengaku selama ini seluruh kebutuhan perjuangan Nayla masih dibiayai secara mandiri oleh keluarga. Karena itu, ia berharap semakin banyak dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para pemangku kepentingan, agar perjuangan putri Banyumas tersebut dapat berjalan maksimal hingga meraih prestasi di tingkat nasional.(DN)


