Beranda Berita Utama Wisata Kano Kalipusur Sudah Dibuka, Silakan Datang

Wisata Kano Kalipusur Sudah Dibuka, Silakan Datang

106
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Pokdarwis Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, kini mulai beralih mengelola wisata Kano Kalipusur. Peluncuran dengan harga promo sudah digelar selama dua hari, Sabtu – Minggu (1-2 Nopember 2025).

Menurut Aris Wardoyo, selaku pengelola, begitu wisata menyusuri sungai dengan kano karet ini dibuka, ratusan warga dari berbagai daerah sudah mendatangi tempat ini.

Ada dua paket yang bisa dipilih pengunjung. Paket jarak pendek satu kilometer waktu tempuh satu jam dengan tiket Rp65.000 dan paket panjang dua kilometer waktu tempuh 1,5 jam dengan tiket Rp85.000.

“Apabila peserta menginginkan makan besar, harus tambah lagi Rp20.000. Nanti yang menyediakan makanan ibu-ibu PKK dengan masakan tradisional,” kata Aris.

Saat menyusuri sungai Kalipusur dengan kano, pengunjung tidak perlu khawatir, karena sudah ada tujuh guide yang tersebar. Selain itu, juga ada fotografer yang siap mengambil momentum berkano ria.

Aris menambahkan, semula Pokdarwis Desa Wangen mengelola river tubing dengan ban.

Namun kini ingin naik level menggantinya dengan kano. River tubing dengan ban sudah dijalani selama 10 tahun, dari 2013 sampai 2023.

“Pertimbangan kami hanya agar lebih safety saja untuk pengunjung. Karena kami banyak menerima komplain dari EO, peserta river tubing pantatnya sering terantuk batu. Dengan beralih ke kano ini, dijamin lebih aman,” ujar Aris.

Sekali jalan, pengelola sudah bisa menyediakan 40 kano. Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hijau, rumpun bambu yang eksotis, dengan arus sungai bebatuan yang aman.

Salah seorang pengunjung, Devilia Candrawati, mengaku senang bisa merasakan sensasi menyusuri dengan kano.

“Awalnya deg-degan, wah gimana nanti kalau kano berhenti terantuk batu? Setelah berjalan beberapa meter, wah ternyata asyik, cocok untuk menghilangkan stress dan memacu adrenalin, seru pokoknya,” ucap Devilia.

Menurut Aris, Kalipusur ini semula tempat pembuangan sampah warga. Sama sekali tidak terawat dan kesannya angker.

Namun setelah komunitasnya membersihkan sungai dan memanfaatkan untuk wisata river tubing, kini perilaku warga berubah. Mereka berbalik turut menjaga sungai agar bersih.(Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini