Beranda Berita Utama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Resmikan Sekolah Siaga Kependudukan PPMI Assalaam

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Resmikan Sekolah Siaga Kependudukan PPMI Assalaam

66
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, diresmikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Ketua BKKBN, Wihaji pada Kamis (6/11/2025).

Turut mendampingi Direktur PPMI Assalaam, Uripto M Yunus, Ketua Pembina Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta, Hj Siti Aminah Abdullah, Pendiri Pondok dan Ketua Umum Pengurus Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta, H Ahmad Syamsuri, dan tamu undangan lainnya.

PPMI Assalaam menjadi Pondok Pesantren pertama yang sudah menerapkan SSK di Indonesia. Sedang sampai saat ini, data dari kementerian, sudah ada 2.326 sekolah yang menerapkan SSK. Diharapkan, ke depan semakin banyak sekolah dan Ponpes tanpa mengesampingkan kuantitas dan kualitas.

Selanjutnya, Wihaji menjelaskan bahwa konsep SSK yaitu memberi pelajaran kepada siswa setingkat SMP – SMA untuk menghindari 3 hal, yaitu pernikahan dini, tidak melakukan seks pranikah, dan tidak menggunakan narkoba.

“Tiga hal ini harus dihindari, karena akan merusak mental generasi muda,” jelas Wihaji saat memberi keterangan pers, seusai peresmian.

Untuk pernikahan dini, prosentasenya cukup lumayan di Indonesia. Namun substansinya, lanjut Wihaji, pernikahan dini itu salah satu penyebab terjadinya stunting.

Kepada wartawan, Menteri Wihaji juga menekankan akan bahayanya handphone atau gadget. Karena sekarang banyak orang tua yang sibuk, sehingga banyak anak yang melampiaskan ke gadget.

“Ada penelitian yang mungkin dianggap sepele namun sangat berbahaya, bahwa banyak anak yang sekarang merasa kesepian,” ucap Wihaji.

Dulu, yang disebut keluarga itu ada ayah, ibu, lingkungan, dan sekolah. Namun sekarang bertambah lagi yaitu handphone menjadi keluarga yang baru.

“Peran orangtua untuk kesehatan mental anak sangat dibutuhkan. Apabila keluarga baik, ke depan bangsa dan negara Indonesia juga akan baik-baik saja,” harap Wihaji.

Kementerian berharap, akan banyak SSK hadir di sekolah-sekolah.

Selain itu, juga ada PIK-R yaitu Pusat Informasi Konseling Remaja sebagai tempat curhat sesama remaja. Pihaknya berharap, SSK dan PIK-R bersatu untuk menjadi solusi.

Salah seorang Guru PPMI Assalaam, Ustadz Agung Dermawan menjelaskan, konsep SSK nanti akan memasukkan materi-materi kependudukan dalam beberapa Mapel.

“Misalnya, nanti di kegiatan belajar mengajar ada materi tentang kesehatan, di fiqih ada pernikahan, di biologi ada reproduksi, dan sebagainya,” jelas Ustadz Agung.

Salah satu Ketua PIK-R Assalaam, Bilqis Zahra, dirinya merasa senang bisa terlibat dalam kegiatan konseling ini.

Bersama temannya, Alfiana Dzakiyyatur, ia menjelaskan bahwa PIK-R itu sebagai wadah untuk konseling para remaja sekitar kesehatan mental, perawatan diri untuk wanita, mencegah stunting, dan lain-lain.

“Remaja itu kan kadang malu kalau mau curhat sama Ustadz atau Ustadzah, apalagi sama orangtua yang jauh, kan tidak mungkin. Maka, konseling di PIK-R lah yang tepat. Kalau sudah curhat kan perasaan menjadi lega, bisa ada solusi, dan kesehatan mental kita terjaga,” kata Bilqis.

Dia berharap, peran PIK-R semakin baik dan bisa diketahui banyak pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji juga memberi pembinaan terhadap 2.100 santri dan santriwati di masjid.

Dengan masuknya program SSK yang merupakan intervensi pemerintah, diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab santri-santriwati guna mengatasi permasalahan kependudukan di tanah air, sehingga kualitas hidup generasi muda semakin baik. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini