KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, mengadakan program “Jumat Sehat” berupa senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan yang diberikan meliputi gula darah sewaktu (GDS), asam urat, dan kolesterol.
Kegiatan dilaksanakan setiap Jumat sore secara bergilir di tiga dukuh yang berada di Desa Dawungsari.
Rangkaian kegiatan diawali di Dukuh Krajan, RW 2, yang bertempat di Balai Desa Dawungsari.
Kegiatan berikutnya dilaksanakan di Dukuh Jonggolan, RW 1, bertempat di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU).
Rangkaian terakhir diselenggarakan di Dukuh Tegalsari, RW 3, bertempat di lapangan badminton.
Pelaksanaan secara bergilir tersebut dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat dari seluruh wilayah Desa Dawungsari secara lebih merata.
Program “Jumat Sehat” menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UNDIP untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kegiatan ini tidak hanya ditujukan kepada warga yang memiliki keluhan kesehatan, tetapi juga dapat diikuti oleh masyarakat yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya sebagai langkah skrining dan deteksi dini.
Kegiatan pertama yang berlangsung di Dukuh Krajan pada Jumat, 17 Juli 2026, diikuti oleh kurang lebih 20 ibu-ibu.
Pada Jumat berikutnya, 24 Juli 2026, kegiatan dilaksanakan di Dukuh Jonggolan dan pemeriksaan kesehatan diikuti oleh 27 warga.
Rangkaian “Jumat Sehat” kemudian dilanjutkan di Dukuh Tegalsari sebagai lokasi terakhir pelaksanaan program.
Pada setiap lokasi, kegiatan diawali dengan registrasi dan pendataan peserta. Mahasiswa kemudian melakukan anamnesis singkat atau tanya jawab mengenai kondisi, riwayat, serta keluhan kesehatan warga.
Setelah itu, peserta memperoleh pemeriksaan GDS, asam urat, dan kolesterol secara gratis. Hasil pemeriksaan dicatat dan disampaikan secara langsung kepada masing-masing peserta.
Pemeriksaan GDS dilakukan untuk memberikan gambaran kadar gula darah peserta pada saat pemeriksaan.
Sementara itu, pemeriksaan asam urat dan kolesterol dilakukan sebagai skrining awal untuk membantu masyarakat mengenali faktor risiko gangguan kesehatan yang mungkin belum menimbulkan keluhan.
Hasil pemeriksaan tersebut tidak digunakan untuk menegakkan diagnosis, tetapi dapat menjadi informasi awal bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.
Warga dengan hasil pemeriksaan yang memerlukan perhatian lebih dianjurkan untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Selain mendapatkan pemeriksaan gratis, warga juga memperoleh edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan keluhan masing-masing.
Edukasi diberikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami, seperti anjuran menjaga pola makan, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, mengurangi makanan tinggi lemak maupun purin sesuai kebutuhan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan mencukupi waktu istirahat.
Pemberian edukasi secara langsung diharapkan dapat membantu masyarakat memahami hasil pemeriksaannya dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan setelah kegiatan.
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menghasilkan angka pemeriksaan, tetapi juga mendorong warga untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga kesehatannya.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini diadakan untuk membantu masyarakat mengenali kondisi tubuh sejak dini.
Beberapa gangguan kesehatan, seperti peningkatan gula darah atau kolesterol, dapat terjadi tanpa menimbulkan keluhan yang jelas.
Melalui pemeriksaan sederhana dan edukasi yang diberikan, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dipandu oleh mahasiswa KKN UNDIP.
Gerakan senam dibuat sederhana agar mudah diikuti oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Iringan musik yang energik turut menciptakan suasana hangat dan menyenangkan di setiap lokasi pelaksanaan.
Para peserta tampak antusias mengikuti gerakan demi gerakan hingga kegiatan selesai.
Mahasiswa dan masyarakat turut berbaur serta bergerak bersama, menciptakan suasana akrab di Balai Desa Dawungsari, MDTU Dukuh Jonggolan, maupun lapangan badminton Dukuh Tegalsari.
Senam bersama tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan aktivitas fisik, tetapi juga menjadi ruang berkumpul yang dapat mempererat hubungan antarwarga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP ingin menyampaikan bahwa berolahraga dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan tidak harus menggunakan fasilitas khusus.
Pelaksanaan program secara bergilir di Dukuh Krajan, Dukuh Jonggolan, dan Dukuh Tegalsari juga menjadi langkah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan mendatangi setiap wilayah, warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan.
Cara tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi sekaligus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat di RW 1, RW 2, dan RW 3.
Program “Jumat Sehat” sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Tujuan tersebut menekankan pentingnya menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Pemeriksaan GDS, asam urat, dan kolesterol mendukung upaya skrining serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Sementara itu, senam bersama menjadi salah satu bentuk promosi gaya hidup aktif.
Edukasi yang diberikan kepada peserta juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri.
Selain SDG 3, kegiatan ini turut mencerminkan semangat SDG 17: kemitraan untuk nencapai Tujuan. Pelaksanaan program tidak terlepas dari kerja sama antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Dawungsari, perangkat dukuh, kader, serta masyarakat di Dukuh Krajan, Dukuh Jonggolan, dan Dukuh Tegalsari.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kegiatan kesehatan yang dekat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Senang sekali ada pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini karena kami bisa mengetahui kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol tanpa harus pergi jauh. Setelah pemeriksaan, kami juga bisa berolahraga bersama melalui kegiatan senam yang seru dan menyenangkan,” ungkap Yanti warga Desa Dawungsari yang mengikuti kegiatan.
Warga lainnya turut menyampaikan bahwa program tersebut bermanfaat karena dilaksanakan secara bergilir di setiap dukuh.
Dengan demikian, masyarakat dari Dukuh Krajan, Dukuh Jonggolan, dan Dukuh Tegalsari memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dan senam bersama.
Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan program menunjukkan bahwa kegiatan kesehatan yang dikemas secara sederhana, gratis, dan menyenangkan dapat diterima dengan baik.
Kehadiran warga sejak tahap pemeriksaan hingga senam selesai juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Melalui program “Jumat Sehat”, mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP Desa Dawungsari berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya melakukan aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat diterapkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten serta melibatkan seluruh unsur masyarakat, program ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Dukuh Krajan, Dukuh Jonggolan, dan Dukuh Tegalsari yang semakin sehat, aktif, serta sejahtera.(Dul)









