Beranda Kesehatan Bupati Kendal,Dyah Kartika Permanasari: Untuk Penyakit TBC, Indonesia Tertinggi Nomor 2 di...

Bupati Kendal,Dyah Kartika Permanasari: Untuk Penyakit TBC, Indonesia Tertinggi Nomor 2 di Dunia

257
0
Bupati saat memberikan sambutan,(Foto:TM/ SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Menjaga kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini tentu untuk menjaga jiwa agar sehat dan produktivitas terus meningkat.

Demikian dikatakan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, di acara kampanye ‘Temukan, Obati Sampai Sembuh(TOSS) TBC’ di Serambi Stadion Utama Kebondalem yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan(Dinkes) Kabupaten Kendal, Minggu(09/11/ 2025).

“Dengan jiwa yang sehat, kita akan bisa lancar untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kita harus kreatif untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada di dalam kehidupan sehari-hari,”imbuh bupati.

Oleh karena itu, pada kesempatan hari ini, bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

Menurut bupati, kegiatan kampanye dan pemeriksaan kesehatan gratis ini dilaksanakan juga dalam rangka membantu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kabupaten Kendal.

Dikatakan, kampanye dan edukasi secara masif tentang penanggulangan penyakit tuberkulosis kepada masyarakat Kabupaten Kendal ini, sangat penting sekali untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini terhadap penyakit TBC.

Selain itu juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang informatif, interaktif dan rekreatif, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati hari kesehatan yang jatuh pada 12 November 2025. Dan kampanye ini, tentunya merupakan wujud nyata komitmen kita bersama ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,”ujar bupati.

Bupati menyampaikan, bahwa untuk penyakit TBC ini tertinggi nomor dua di dunia. Tertinggi tetapi bukan prestasi, namun ini sesuatu hal yang negatif.

“Kalau tertinggi untuk derajat kesehatan masyarakatnya, kita sangat berbangga, tetapi kalau ternyata ini tertinggi nomor dua untuk kasus yang negatif. Sehingga kemudian Pemerintah Pusat menetapkan program hasil terbaik untuk penuntasan TBC, dan pada hari ini kita bersama-sama mengadakan kampanye TOSS TBC yang tentunya perlu kita sampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa penyakit TBC itu penyakit yang bisa disembuhkan,”ungkap bupati.

Bupati meminta kepada masyarakat apabila mengalami batuk selama dua minggu tidak sembuh-sembuh, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter, karena kemungkinan itu terindikasi adanya penyakit TBC.

“Saya berpesan kepada lalian, jika menderita penyakit TBC jangan putus obat, karena untuk kasus TBC ini apabila mau benar-benar sembuh, harus minum obat selama enam bulan. Agar nantinya benar-benar sembuh dari penyakit TBC itu,”pesan bupati.

Menurutnya, kesembuhan pasien secara total, nantinya untuk menghentikan mata rantai penularan, karena penyakit TBC ini bisa menular.

Pada umumnya, apabila satu keluarga ada yang terdeteksi menderita penyakit TBC, maka keluarga yang lain dalam satu rumah itu, juga diwajibkan untuk memeriksakan diri.

Bupati juga berpesan kepada semua pihak, untuk menjadi agen perubahan dan menyebarkan informasi TOSS TBC, agar semuanya selalu diberikan kesehatan.

“Saya percaya perubahan besar dimulai dari hal-hal yang sederhana dan insyaAllah semuanya nanti masyarakat Kabupaten Kendal ini akan diwujudkan kesehatannya,”ucapnya.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferynando Rad Bonay mengatakan, sosialisasi tentang TOSS TBC di Serambi Stadion Utama Kabupaten Kendal ini, antara lain senam bersama, pemeriksaan dan edukasi TBC, cek kesehatan gratis, pemeriksaan x-ray mobile dan kuiz interaktif.

Menurut Fery, untuk di Kabupaten Kendal ini, estimasi kasusnya ada 2.872. Namun yang termodifikasi atau pelepasan obat baru 1.124, jadi kurang lebih masih ada sekitar 25 persen yang belum.

“Tentunya ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Karena banyak orang yang tidak merasa kalau mereka itu sebenarnya sakit. Hanya saja terlihat masih sehat, masih bisa beraktivitas. Jadi kita sedang berupaya untuk bagaimana bisa memberikan motivasi kepada mereka sehingga mau memeriksakan diri. Sehingga kita sama-sama bisa mencegah penularan TBC yang ada di Kabupaten Kendal ini,”ungkapnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini