Beranda Berita Utama Ratusan Peserta Ikuti Karso Culture Run Pakai Baju Tradisional

Ratusan Peserta Ikuti Karso Culture Run Pakai Baju Tradisional

114
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Ada yang berbeda pada gelaran Karso Culture Run di Klaten, Jawa Tengah. Biasanya, peserta yang mengikuti lomba fun run dimanapun, bajunya pasti baju olahraga yang nyaman di badan.

Namun berbeda pada gelaran Karso Culture Run ini. Dresscode yang disyaratkan panitia, semua peserta harus memakai baju tradisional.

Bukannya tidak ada yang mendaftar karena syaratnya yang ribet begitu. Pesertanya justru banyak, ada sekitar seratus lebih.

Karso Culture Run dilaksanakan pada Minggu pagi (16/11/2025) dengan menempuh jarak 5 kilometer. Start dan finish di warung makan Karso dekat Stasiun Klaten, Kampung Tegalsepur, Klaten Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang. Saat hadir, Fahrani memakai baju olahraga yang dipadukan dengan lurik, kain khas Klaten.

Dalam kesempatan tersebut, Fahrani mendukung penuh Karso Culture Run yang membawa tema melestarikan budaya Jawa.

“Kegiatan fun run yang diselenggarakan kali ini out of the box ya? Sangat keren, sambil berolahraga sekaligus mengenalkan budaya,” kata Fahrani.

Ketua Panitia Penyelenggara event, Risca Maranita menjelaskan, event ini memang sengaja dibuat berbeda.

Dalam Karso Culture Run ini mengangkat tema kembali ke akar, mengajak kepada semua masyarakat agar menjaga warisan leluhur. Sesuai dengan warung Mangut Karso yang menyajikan masakan tradisional.

“Jaman dulu kan banyak orang yang kesehariannya memakai baju kebaya, kalau sekarang kebayanya lebih modern. Saya ingin mengajak kepada generasi muda, untuk lebih mencintai warisan leluhur dengan cara memakai baju kebaya atau baju adat lainnya untuk kegiatan tertentu,” kata Risca yang kesehariannya selalu berkebaya kekinian.

Untuk mengikuti kegiatan ini, seberapa ribet dan serunya peserta mempersiapkan semuanya.

Laila, salah satu peserta asal Jatinom mengaku ribet. Tapi dibalik keriwehannya, ada kepuasan yang ia rasakan bersama kawan-kawannya yang lain. Laila ini peserta yang menyabet best perform dengan kebaya emaknya.

“Ini kebaya ibu saya yang masih muat saya pakai. Sebetulnya ribet juga, harus berlari menempuh jarak 5 kilometer dengan baju kebaya seperti ini. Kegiatan ini salah satu cara untuk melestarikan budaya Jawa terutama di pakaian. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” kata Laila.

Peserta lain, Okky yang memakai beskap, juga menyabet best perform. Dirinya mengaku, di sepanjang jalan banyak yang menyemangati.

“Banyak yang bertanya di sepanjang jalan, mas apa tidak panas, mas ini baju apa? Lalu saya jelaskan kalau ini baju beskap, baju adat Jawa begitu. Bagi saya, ini bukan sekedar event lari, namun juga memperkenalkan budaya Jawa agar tidak punah,” kata Okky.

Para peserta berharap, kegiatan ini diadakan secara rutin agar semakin banyak orang yang suka olahraga sekaligus berbudaya. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini