Beranda Berita Utama Bupati bersama Rombongan Wali Kota Sue Machi Tinjau Tambak Udang Vaname di...

Bupati bersama Rombongan Wali Kota Sue Machi Tinjau Tambak Udang Vaname di Kendal

106
0
Bupati sedang berbincang dengan Wali Kota Sue Machi, Jepang, Hiramatsu Shuichi .(Foto:TM/ SPW)

KENDAL,TERASMEDIAGO.ID– Wali Kota Sue Machi, Jepang, Hiramatsu Shuichi didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi budidaya udang vaname, Kamis (27/11/2025).

Kunjungan lapangan ini, dilakukan dalam rangka penjajakan kerja sama, terkait rencana ekspor udang vaname yang merupakan potensi lokal dari Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menjelaskan, bahwa kunjungan ke tiga lokasi sentra budidaya udang vaname kelurahan Karangsari, Desa Kalirejo Kecamatan Kangkung, dan di dukuh Sendang Sikucing, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari.

“Hari ini memang khusus untuk meninjau tambak-tambak udang vaname. Kemudian setelah melihat langsung akan didiskusikan renacana ke depannya seperti apa,” kata bupati.

Sementara itu, Wali Kota Sue Machi, Hiramatsu Shuichi mengatakan, pihaknya telah mendapatkan penjelasan lengkap mengenai proses budidaya hingga potensi produksi udang vaname dari Kendal.

“Tadi sudah melihat udangnya cukup bagus, dan sudah mendapatkan penjelasan yang sangat rinci terkait budidaya udang vaname dibeberapa wilayah Kabupaten Kendal,” kata Hiramatsu Shuichi.

Hiramatsu menegaskan, bahwa dari hasil kunjungannya ini, akan dirangkum dan dibahas lebih lanjut di Pemerintah Kota Sue Machi.

“Hasil kunjungan hari ini akan dikumpulkan laporannya, selanjutnya apa yang didapat hari ini akan disambungkan ke Kota Sue Machi, dan akan dipertimbangkan lebih lanjut,” ungkap Hiramatsu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pihaknya sudah menjelaskan secara lengkap terkait dengan budidaya udang vaname, termasuk kapasitas produksinya, berapa kali panen dalam satu tahun, hingga ukuran besarnya udang vaname.

“Udang vaname yang dipanen takarannya 70 ekor/kilogram sampai dengan 30 ekor/kilogram. Umpamanya ukuran 50 ekor harga bagus itu dipanen, tapi kalau harga belum bagus ditunggu dipelihara lagi. Tapi kalau sudah sampai ukuran 30 ekor pasti akan dijual,” kata Hudi Sambodo.

Menurut Hudi Sambodo, kerja sama dengan Pemerintah Sue Machi masih dalam tahap penjajakan. Kendal berharap adanya investasi berupa pembangunan tambak serta fasilitas penyimpanan.

“Tentunya kita menginginkan pemerintah Sue Machi menginvestasikan anggaran berupa tambak, kemudian hasil yang diinvestasikan itu dikirim ke Sue Machi. Kemudian perlu juga adanya gudang atau ruangan yang didesain untuk menyimpan barang dalam suhu dingin agar produk yang disimpan tetap awet dan terjaga kondisinya (cool storage) supaya bisa untuk menampung hasil panen,” jelas Hudi.

Hudi menambahkan, bahwa potensi produksi udang vaname di Kendal cukup besar. Dengan Luasan tambak udang vaname sekitar 94 hektare, produksi mengahsilkan 1.124,5 ton per tahun, dengan nilai produksi mencapai sekitar Rp 70 miliar.

Hudi berharap, nantinya akan terjalin kolaborasi strategis antara Kendal dan Sue Machi, khususnya dalam pengembangan sektor perikanan dan peningkatan nilai ekspor udang vaname.

Sementara itu, Pemilik Tambak Udang Vaname, Ardi Mukti Fachrudin mengatakan, dengan luas 15 hektare dan kapasitas panen mencapai 200 ton sekali panen.

“Udang dari tambak tersebut, selama ini dipasarkan ke Jawa Barat, Bali, dan Banyuwangi. Sedangkan untuk harga udang vaname size 100 mencapai Rp 42 ribu per kilogram, sedangkan size 30 mencapai Rp 71 ribu,” kata Ardi.

Ardi berharap, dengan adanya kunjungan ini membuka peluang ekspor langsung ke Jepang, serta pembangunan cool storage dan fasilitas pengolahan udang di Kendal.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini