Beranda Berita Utama Tergerus Hujan, Pagar Rumah Warga Sepanjang 16 Meter Ambrol

Tergerus Hujan, Pagar Rumah Warga Sepanjang 16 Meter Ambrol

126
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Tergerus hujan terus menerus, pagar rumah warga di Klaten, Jawa Tengah, ambrol ke jurang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik rumah menderita kerugian sekitar Rp 50 juta.

Rumah yang ambrol bagian pagar sepanjang 16 meter, milik Suwarto Iksan (70 tahun), warga Dukuh Nanggulan, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten. Kejadian pada Senin sore (16/2/2026) sekitar pukul 16.00 saat hujan deras.

Saat ditemui di lokasi, Suwarto menjelaskan, pagar rumah yang ambrol ini ia sewakan untuk kost. Ada penghuni 3 orang. Namun saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong, karena ditinggal kerja.

“Rumah ini saya sewakan untuk kost, penghuninya dua orang. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong,” ungkap Suwarto, Selasa (17/2/2026).

Dari pantauan di lokasi, meskipun yang ambrol pagarnya, namun jarak rumah utama dengan jurang hanya satu meter. Itupun banyak yang retak, sehingga penghuni kost takut dan terpaksa mengungsi di rumah sebelahnya, juga milik Suwarto.

“Rumah tidak ikut ambrol, namun sangat membahayakan. Jadi penghuni kost pindah di rumah sebelah yang aman,” katanya.

Pagar rumah panjang 16 meter, tinggi ada yang 2 meter dan 1 meter tersebut, memang berada di pinggir jurang yang cukup lebar. Namun jurang tersebut bukan sungai, hanya tempat buangan air saja.

“Depan rumah ini sebetulnya bukan sungai, hanya tempat pembuangan air. Nah di atas sini, kemarin air hujan banyak sekali. Akhirnya tembok tidak kuat menahan air, akhirnya ambrol,” ucapnya.

Suwarto dan keluarga, kesehariannya tinggal di dekat pasar Gawok, wilayah Gatak, Sukoharjo, karena berjualan.

Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Wonosari, Rahmat Yani yang berada di TKP bersama rekannya, mengatakan kalau saat ini relawan dan warga belum bisa gotong royong saat ini, karena cuaca tidak mendukung.

“Bila cuaca mendukung, kami akan gotong-royong pasang terpal terlebih dahulu, agar gerusan tanah tidak merembet,” kata Rahmat.

Karena sangat berbahaya, penghuni dianjurkan untuk pindah atau mengungsi.

Kapolsek Wonosari AKP Aleg Ipanudin saat dikonfirmasi menjelaskan, pihak Polsek langsung mendatangi lokasi begitu ada laporan masuk.

Pertama kali yang dilakukan yaitu mengecek lokasi ada korban atau tidak, memindahkan barang-barang berharga, dan mengumpulkan keterangan para tetangga.

“Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kami menerima laporan sekitar jam 17.00 WIB, berarti peristiwa sebelumnya. Kami langsung ke lokasi,” ujar Kapolsek Aleg.

Menurut keterangan warga dan Kades Duwet, lokasi jurang yang berada di depan rumah, dulunya adalah tiga buah rumpun bambu yang dihurug tanah. Diduga sisa rumpun bambunya keropos dan ambles, sehingga tidak kuat menahan pagar. Akhirnya terjadilah longsor dan ambrol tersebut. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini