Beranda Berita Utama Wakil Gubernur Jateng Akan Berikan Sanksi Tegas kepada SPPG yang Langgar Standar...

Wakil Gubernur Jateng Akan Berikan Sanksi Tegas kepada SPPG yang Langgar Standar Operasional

123
0

SEMARANG, TERASMEDIAGO.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya, memperketat standar operasional, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman makanan.

Hal ini disampaikan untuk merespon temuan roti berjamur dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora beberapa hari lalu.

“Kami berharap SPPG-SPPG untuk bisa memperhatikan hal tersebut,” kata Taj Yasin, yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng, Rabu (25/02/2026).

Taj Yasin mengatakan, setiap kelalaian dalam penyediaan menu akan ditindak melalui mekanisme audit hingga ancaman sanksi tegas bagi SPPG yang melanggar.

Menurut Taj Yasin, pengawasan program MBG telah dilengkapi satuan tugas dan petugas khusus.

Setiap kesalahan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan tidak akan dia biarkan.

Taj Yasin menyampaikan, pelanggaran yang terbukti dapat berujung pada audit menyeluruh.

Bahkan, jika ditemukan ketidaksesuaian standar yang serius, penutupan terhadap SPPG yang bersangkutan dapat dilakukan.

Dalam kesempatan ini, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga mengimbau mengenai distribusi MBG selama Ramadan.

Dia mengungkapkan adanya masukan dari tokoh agama, agar pola distribusi disesuaikan demi menghormati peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

“Terkait Ramadan, memang ada pengaturan-pengaturan khusus. Kami ingin program ini tetap berjalan baik, namun juga menghormati kondisi siswa-siswi yang berpuasa,” ujar Gus Yasin.

Gus Yasin menegaskan, setiap menu yang dinilai tidak layak, akan menjadi bahan evaluasi. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan.

Sebagai informasi, sebanyak 349 roti pada menu MBG yang didistribusikan ke SMP Negeri 5 Blora, Selasa 24 Februari 2026, terindikasi berjamur.

Pihak sekolah memutuskan tidak membagikan roti tersebut kepada peserta didik dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia.

Langkah cepat sekolah tersebut diapresiasi sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kualitas konsumsi siswa.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kejadian serupa menjadi perhatian serius, dalam penguatan pengawasan program MBG ke depan.(Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini