Beranda Berita Utama Terkait PSEL, Bupati Kendal MOU dengan Danantara, Ini Hasilnya

Terkait PSEL, Bupati Kendal MOU dengan Danantara, Ini Hasilnya

20
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID– Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegasakan, bahwa pada bulan Juni 2026 nanti, pabrik Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) akan segera dibangun di Kota Semarang.

“Mudah-mudahan sesuai target. Harapannya di akhir Tahun 2027 nanti, sudah selesai pembangunannya dan di Tahun 2028 pabrik tersebut sudah beroperasi. Kalau Kabupaten Kendal kerja samanya aglomerasi, sehingga kewajibannya hanya mengirim sampah, per harinya 100 ton,”kata bupati, usai menghadiri acara HUT ke-57 PHRI Kabupaten Kendal di ‘Cafe Satu Kata’ yang ada di jalan Raya Soekarno Hatta Patebon Kendal, Selasa(12/05/2026).

Menurut bupati, meski pabrik PSEL akan dibangun, Pemerintah Kabupaten Kendal masih tetap akan terus berupaya untuk melakukan pengelolaan sampah menggunakan teknologi-teknologi yang lain. Terlebih, PSEL ini waktunya masih dua tahun lagi, dan itu pun juga hanya 100 ton per hari, yang berarti sekitar 25 persen dari sampah yang ada di Kabupaten Kendal.

“Kami akan terus berupaya menggunakan teknologi yang lain, termasuk menggunakan bantuan dari CSR untuk pembiayaan anti teknologi pirolisis yang sedang berproses di Desa Margorejo,”ujar bupati.

Bupati mengatakan, apabila hal ini sukses, dana dari APBD akan digunakan untuk pembiayaan proses teknologi pirolisis juga. Dan kemudian proses kerja sama dengan investor yang terkait untuk pengolahan sampah menjadi RDF, bupati juga akan terus mengupayakan, karena timbunan sampah yang ada di Kabupaten Kendal memang masih banyak yang harus diolah.

*Perlu diketahui, konsep dasar pengolahan sampah*

Pengolahan sampah menjadi listrik dikenal juga sebagai waste-to-energy (WtE). Intinya, sampah tidak hanya dibuang, tetapi diubah menjadi sumber energi, biasanya listrik atau panas.

Ada beberapa metode utama. Pembakaran (Incineration), sampah dibakar untuk menghasilkan panas. Panas ini digunakan untuk menghasilkan uap. Uap menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. Cocok untuk sampah padat rumah tangga, kertas, plastik, dan organik.

*Kekurangan*

Menghasilkan asap dan abu yang harus dikelola. Gasifikasi Sampah dipanaskan di suhu tinggi dengan oksigen terbatas. Hasilnya berupa gas sintetis (syngas) yang bisa dibakar untuk listrik. Lebih efisien dan lebih bersih dibanding pembakaran langsung.

Pirolisis: Sampah dipanaskan tanpa oksigen. Menghasilkan gas, minyak, dan residu padat. Gas dan minyak bisa dibakar untuk listrik.

*Biogas dari Sampah Organik*

Sampah organik (sisa makanan, limbah pertanian) difermentasi. Menghasilkan biogas (metana). Biogas dibakar di generator untuk menghasilkan listrik. Selain ramah lingkungan, juga mengurangi emisi gas rumah kaca.

*Keuntungan*

Mengurangi volume sampah di TPA. Menghasilkan energi listrik.
Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Potensi ekonomi dari pemanfaatan energi sampah.

*Tantangan*

Biaya pembangunan instalasi awal tinggi.Pengelolaan emisi dan residu. Perlu pemilahan sampah yang baik agar teknologi efisien. Tidak semua sampah cocok untuk diolah menjadi listrik (misalnya, sampah basah tinggi air sulit dibakar).(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini