Beranda Berita Utama Dua Warga Tegal Mengaku Tertipu Investasi Dapur MBG, Keduanya Ancam Polisikan MS

Dua Warga Tegal Mengaku Tertipu Investasi Dapur MBG, Keduanya Ancam Polisikan MS

49
0

BANYUMAS, TERASMEDIAGO.ID-Dua warga Tegal mengaku menjadi korban dugaan penipuan investasi proyek dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Desa Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Keduanya berencana melaporkan seorang pria bernama MS ke Polresta Banyumas setelah proyek yang dijanjikan tak kunjung beroperasi selama hampir sembilan bulan.

Kuasa hukum korban, Djoko Susanto, S.H., menjelaskan, kliennya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Uang investasi itu telah diserahkan sepenuhnya kepada terlapor untuk pembangunan dan operasional dapur MBG, namun hingga kini atau 9 bulan proyek belum berjalan satu hari pun.

“Klien kami diajak untuk mendirikan dapur MBG di Desa Bumi Jawa, Kabupaten Tegal. Namun sampai sekarang belum terealisasi dan belum beroperasi sama sekali,” ujar Djoko kepada wartawan.

Menurutnya, pihak korban telah beberapa kali mencoba menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, termasuk melayangkan somasi. Namun, upaya tersebut disebut tidak mendapat respons maupun itikad baik dari pihak terlapor.

“Atas dasar itu, kami berencana melaporkan saudara MS terkait dugaan penipuan sebagaimana Pasal 492 KUHP. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta,” katanya.

Korban bernama Darma menuturkan awal mula kerja sama terjadi sekitar Agustus tahun lalu. Saat itu, dirinya bersama seorang rekannya, Cipto, diajak untuk berinvestasi dalam proyek dapur MBG yang disebut telah memiliki titik lokasi dan prospek operasional.

Menurut Darma, MS dianggap sebagai sosok yang dipercaya dan berpengalaman karena disebut telah memiliki dapur MBG lain yang sudah berjalan.

“Kami sebagai investor diminta membantu pembangunan. Bangunan ditargetkan selesai dalam 30 hari sesuai arahan dari BGN waktu itu,” ujar Darma.

Ia menjelaskan proyek tersebut semula dijanjikan mulai beroperasi pada Oktober, lalu mundur ke November dan Desember. Namun hingga Mei 2026, dapur MBG itu disebut belum juga beroperasi.

“Harusnya sudah jalan dari akhir tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum operasional sama sekali,” katanya.

Darma mengaku seluruh pengelolaan dana dan komunikasi proyek diserahkan kepada MS. Sementara dirinya dan investor lain tidak pernah berhubungan langsung dengan pihak yayasan maupun pengelola dapur lain yang disebut sudah berjalan.

“Semua dana kami serahkan ke beliau. Kami hanya posisi sebagai investor,” ujarnya.

Selain tidak adanya operasional, para investor juga mengaku belum pernah menerima pembagian hasil sebagaimana yang dijanjikan di awal kerja sama.

“Yang dijanjikan itu pembagian hasil setiap bulan. Tapi sampai sekarang tidak ada sama sekali,” kata Darma.

Pihak korban kini tengah menyiapkan laporan resmi ke kepolisian berikut bukti transfer dan dokumen investasi yang diklaim dimiliki para korban.(DN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini