Beranda Berita Utama Direktur Utama BPJS Kesehatan Ajak Semua Rumah Sakit Bersinergi Agar Jaminan Kesehatan...

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ajak Semua Rumah Sakit Bersinergi Agar Jaminan Kesehatan Terlindungi

21
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr.dr.Prihati Pujowaskito mengajak semua rumah sakit di seluruh Indonesia untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, agar jaminan kesehatan peserta lebih terlindungi.

Saat ini jumlah rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebanyak 3200 rumah sakit.

Demikian dijelaskan Dirut BPJS Kesehatan saat beraudiensi dengan jajaran Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah Wilayah Jawa Tengah dan DIY
di RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/05/2026).

Untuk rumah sakit Muhammadiyah, lanjut pria yang biasa disapa Pujo tersebut, semua sudah bergabung dengan BPJS Kesehatan.

“Muhammadiyah mempunyai 126 rumah sakit, semua sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali yang di Sorong, Papua, belum bergabung.

Namun bila persyaratan mutlak dan teknis sudah terpenuhi, sebaiknya segera bekerja sama. Sedang rumah sakit di seluruh Indonesia yang sudah menjalin kerjasama ada 3200,” jelas Pujo, seusai menyampaikan materi.

Pujo melanjutkan, audiensi ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama mengenai pembiayaan-pembiayaan kesehatan di lingkungan RSMD Holding agar lebih mengikuti pedoman yang ada.

Dengan administrasi yang baik dan pelaksanaan pelayanan yang berkualitas, apa yang dibutuhkan para peserta (BPJS Kesehatan) dapat berjalan dengan lancar dan terlindungi secara finansial.

“Saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan di Indonesia sebanyak 285 juta atau 80 persen rakyat Indonesia sudah ikut,” jelas Pujo.

Pengeluaran BPJS Kesehatan untuk tahun 2025 ini sebanyak Rp 190 triliun, masih kategori aman.

Sementara itu, Direktur Holding RSMD, dr.Muhamad Ma’mun Sukri, MPH, FISQua, sangat mengapresiasi adanya audensi dari Dirut BPJS Kesehatan tersebut.

Pihaknya akan terus meningkatkan standarisasi mutu pelayanan di seluruh rumah sakit jejaring Muhammadiyah agar lebih selaras dengan regulasi dan kebutuhan pelayanan kesehatan modern.

“Selama ini kan ada perbedaan pendapat mengenai klaim, nah ini yang harus kita harmoniskan, yang harus kita selaraskan, supaya tidak ada lagi pertentangan atau beda persepsi antara pihak RS dan BPJS Kesehatan,” kata Ma’mun Sukri.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr.KH.Tafsir M.Ag, sangat mendukung terhadap upaya penguatan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Pelayanan kesehatan merupakan dakwah sosial Muhammadiyah, jadi untuk bekerjasama dengan BPJS, kita harus mengikuti pedoman yang disampaikan Dirut (BPJS Kesehatan) tadi,” kata Tafsir.

Kegiatan audensi tersebut juga dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Slamet, yang menyampaikan bahwa bupati sangat mengapresiasi Klaten dijadikan tempat berlangsungnya audensi strategis yang membahas peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

“Audiensi ini menjadi langkah positip dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan institusi pelayanan kesehatan demi meningkatkan kualitas layanan masyarakat di bidang kesehatan,” kata Slamet dalam sambutannya.

Pertemuan diakhiri dengan hospital tour, untuk melihat lebih dekat semua fasilitas yang dimiliki pihak RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini