Beranda Berita Utama Meningkatkan Ketahanan Pangan, Bumdes Tlogorandu Tanami Cabe di Lahan Tandus

Meningkatkan Ketahanan Pangan, Bumdes Tlogorandu Tanami Cabe di Lahan Tandus

16
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Berbagai inovasi dilakukan Desa Tlogorandu, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tandus, diubah menjadi lahan produktif untuk menanam hortikultura.

Lokasi lahannya berada di pojok desa, kurang menarik untuk dijadikan lahan pertanian produktif. Meskipun berdekatan dengan sawah yang subur, namun tanah kas desa ini sulit air.

Menurut Kepala Desa Tlogorandu, Sandi Damara Putra, lahan seluas 5000 meter persegi ini sudah lama terbengkelai tidak ditanami apapun. Bahkan, pernah diambil warga untuk membuat batu bata.

Kini, lahan tandus dan terbengkalai tinggal cerita masa lalu. Dikelola bersama-sama pihak Desa dan Bumdes Bangkit Mandiri yang dipimpin Sunardi, lahan tandus itu kini berubah menjadi hamparan pohon cabe, pepaya kalifornia, dan tanaman lainnya.

“Lahan ini kami tanami pohon cabe sebanyak 3000 batang. Alhamdulillah sudah panen secara berkala, dengan hasil yang memuaskan, bisa mencapai puluhan kilo sekali panen,” ujar Sandi saat ditemui di sela-sela panen, Rabu (10/6/2026).

Meskipun harga cabe di pasaran masih stabil tinggi, namun pihak Bumdes juga melayani warga yang membeli, dengan harga murah.

“Ini untuk ketahanan pangan di desa kami, jadi kalau ada warga yang membeli, kami kasih harga murah, biar warga bisa ikut menikmati,” katanya.

Direktur Bumdes Bangkit Mandiri, Sunardi menjelaskan, untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan produktif, memang dibutuhkan kerja keras dan kerjasama dengan semua pihak. Pemdes Tlogorandu mendorong penuh dan Bumdes bekerja sungguh-sungguh.

Cabe yang ditanam jenis ori rawit, dengan perawatan maksimal dan semi modern. Untuk menyirami dan memupuk lahan seluas itu, memakai sistem irigasi slang. Melalui ‘trial and error’, Bumdes Bangkit Mandiri Tlogorandu berhasil panen setelah usia pohon cabe 4 bulan.

“Usia produktif pohon cabe bisa 6 sampai 7 bulan dengan panen belasan kali,” jelas Sunardi.

Sekali panen bisa mencapai 60-70 kilogram, dengan harga jual sekitar Rp 40.000 per kilo untuk saat ini.

Selain panen cabe, Bumdes Bangkit Mandiri juga panen pepaya kalifornia serta pernah panen kedelai edamame.

“Permintaan kedelai edamame juga cukup tinggi. Ke depan, kami juga akan tanam lagi,” katanya.

Dengan perawatan maksimal, cabe ori menghasilkan cuan manis dari lahan tandus. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini