Beranda Berita Utama Kades Ponggok Menuju Tiongkok Ikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia

Kades Ponggok Menuju Tiongkok Ikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia

70
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Setiap perjalanan pasti punya banyak cerita dan ilmu yang bermanfaat. Seperti perjalanan kali ini yang dialami Junaedhi Mulyono, Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah yang terpilih mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia dari tanggal 14 Juli sampai 4 Agustus 2026.

Menurut Kades yang biasa disapa Joned ini, dirinya terpilih bersama 25 Kades terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Program tersebut atas undangan dari Kementerian Perdagangan RRT dan diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerjasama Internasional, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan RRT serta didanai sepenuhnya oleh Pemerintah RRT serta dikoordinasikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI) dan Kedutaan Besar RRT di Indonesia.

Selama dirinya di sana, Joned, menerima materi tentang pembangunan desa, pengembangan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, sumber daya manusia, penerapan teknologi pertanian modern, dan lain-lain.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Rakyat Tiongkok, Kemendes PDT, dan semua pihak yang mendukung program ini. Saya bersama 25 Kepala Desa terbaik dari seluruh Indonesia, bisa mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia tahun 2026 ini selama 22 hari. Alhamdulillah, banyak ilmu yang kami dapatkan untuk kemajuan desa kami,” ungkap Joned.

Menurut Jonet, di Tiongkok menerapkan penguatan perekonomian di desa-desa. Ada kluster-kluster desa yang memproduksi barang tertentu. Ada desa penghasil teh, penghasil kopi, penghasil beras, penghasil bunga mawar, dan sebagainya.

Negara hadir penuh untuk pembudidayaan tersebut. Misalnya, untuk kluster desa penghasil teh, pemerintah RRT mendukung dari proses awal sampai akhir, dari pembibitan, pemupukan, pasca panen, packing, sampai ke pemasaran. Semua dalam pengawasan dan support penuh dari pemerintah RRT.

“Jadi di Tiongkok tersebut, pemerintah sangat mendorong penguatan perekonomian di desa-desa. Sehingga pemerintah desa di sana selalu tertantang dengan menghadirkan inovasi baru,” katanya.

Yang sedang digalakkan di sana, lanjut Joned, setiap desa dilengkapi dengan studio-studio lengkap dengan peralatan visualisasi, serta menciptakan narasi untuk mendukung pemasaran.

“Di Tiongkok sana, desa-desa sudah dilengkapi dengan studio-studio dan peralatan visualisasi untuk menunjang e-commerce. Host-nya adalah anak-anak muda di desa tersebut, yang sejak dini sudah dibekali ilmu pemasaran global. Sehingga tak heran bila produk-produk dari Tiongkok banyak yang tembus ke berbagai negara atau internasional,” ucapnya.

Dengan belajar sampai ke negeri China, diakui Joned memang benar adanya. Banyak ilmu yang ia serap untuk diterapkan di desanya, yaitu di Desa Ponggok.

Dengan melihat secara langsung di Tiongkok, program tersebut sedikit banyak sudah ia terapkan di desanya. Sebagai desa yang sumber daya airnya melimpah, tidak hanya dimanfaatkan untuk wisata air saja. Namun kini sudah ada RW tematik, yang mengelola potensi berbeda satu sama lain.

Ada RW tematik wisata air, tematik agrowisata, tematik perikanan, peternakan, pertanian, dan lain-lain. Semua sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Saat ini yang mendesak untuk diadakan yaitu melengkapi Desa Ponggok dengan studio-studio visualisasi dan miniatur potensi yang dimiliki desa. Juga menciptakan narasi bersumber dari sejarah yang ada.

“Ke depan, kami akan melengkapi Desa Ponggok dengan studio-studio untuk menunjang e-commerce serta membuat miniatur potensi yang kami miliki. Untuk narasi bersumber pada sejarah, juga akan kami lakukan,” ujarnya.

Narasi yang akan dibuat dalam waktu dekat adalah sejarah air purba yang ada di Desa Ponggok. Bahwa air yang ada di Umbul Ponggok dan sekitarnya, berasal dari cekungan ratusan tahun lalu. Jadi, dengan mandi di Umbul Ponggok, bisa membuat pengunjung awet muda dan tempat terapi untuk menghilangkan berbagai penyakit.

Joned berharap, semua warga Desa Ponggok mendukung penuh program yang sudah berjalan. Sebagai desa tujuan wisata nasional, warga setempat sudah dibekali untuk menciptakan situasi yang kondusif dan ramah, sehingga wisatawan semakin betah. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini