Beranda Berita Utama Bank Klaten Berhasil Bukukan Aset Rp580 Miliar dan Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Bank Klaten Berhasil Bukukan Aset Rp580 Miliar dan Menjaga Kepercayaan Masyarakat

15
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Klaten (Perseroda) berhasil membukukan aset sebesar Rp580 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Klaten, Dewi Ekosari dalam acara Gebyar Hadiah Tabungan Semar dan Simba yang dibarengkan dengan Perayaan HUT PT BPR Bank Klaten yang ke-75.

Pengundian gebyar hadiah berlangsung meriah dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Pimpinan DPRD Kabupaten Klaten, perwakilan OJK, dan 500an nasabah.

Direktur Utama Bank Klaten, Dewi Ekosari, mengatakan pihak bank menyediakan hadiah sebanyak 121 macam. Ada sepeda motor, ada motor listrik, kulkas, mesin cuci, dan lain-lain. Untuk hadiah utamanya 2 buah mobil.

Dengan banyaknya hadiah yang disediakan serta ratusan nasabah yang hadir, menunjukkan bahwa Bank Klaten dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah, kinerja Bank Klaten mendapatkan penilaian positip dan naik secara konsisten dalam melayani masyarakat,” jelas Dewi Ekosari.

Dari tren kinerja yang bagus dan positip tersebut, Bank Klaten berhasil memiliki aset sebesar Rp 580 miliar, uang nasabah sebesar Rp 450 miliar, dan kredit yang diberikan sebesar Rp 442 miliar.

Keberhasilan Bank Klaten yang terus bertumbuh sampai 75 tahun melayani permodalan bisnis masyarakat dan mengelola dana tabungan nasabah, diakui Dewi, semua tak bisa lepas dari dukungan Bupati dan Pemerintah Daerah Klaten.

Selain itu, sebagai Bank Perkreditan Rakyat atau lembaga jasa keuangan, kinerjanya diawasi penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedang untuk uang nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menabung di Bank Klaten.

“Untuk warga Klaten dan sekitarnya, tidak perlu takut menabung di Bank Klaten karena kinerja kami diawasi OJK dan dana nasabah dijamin oleh LPS,” ujar Dewi Ekosari.

Sedang bentuk support dari Pemda diakui Dewi sangat besar. Banyak dana-dana pemerintah yang ditempatkan di Bank Klaten, yaitu dana desa, ADD, gaji P3K paruh waktu, gaji P3K Dinas Pendidikan, serta gaji RT/RW.

Dewi melanjutkan, selain menyediakan banyak hadiah bagi nasabah, Bank Klaten juga melakukan serangkaian kegiatan bakti sosial untuk masyarakat dalam rangka HUT yang ke 75 ini.

Rangkaian kegiatan diawali sejak Bulan Juni 2026, yaitu ada ziarah ke makam mantan direksi, melakukan anjangsana atau membezuk mantan pegawai yang sakit, dan melakukan penghijauan menanam pohon buah-buahan di berbagai desa di Kecamatan Bayat.

Selain itu juga ada donor darah, membuat biopori, melakukan edukasi kepada ibu hamil, membagikan 100 paket untuk ibu hamil, memberi beasiswa untuk siswa SD, SMP, dan SMA.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang PT BPR Bank Klaten yang selama 75 tahun terus bertahan, bertransformasi, dan beradaptasi menghadapi berbagai dinamika.

Menurutnya, usia 75 tahun menjadi bukti bahwa bank milik Pemerintah Kabupaten Klaten tersebut mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang sehat dan profesional.

“Alhamdulillah, PT BPR Bank Klaten terus menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Kinerja keuangan, permodalan, hingga neraca terus mengalami pertumbuhan. Kepercayaan masyarakat juga semakin meningkat, yang tercermin dari semakin besarnya antusiasme terhadap program Gebyar Hadiah Tabungan setiap tahunnya,” ujarnya.

Hamenang menambahkan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri perbankan, termasuk sejumlah BPR di berbagai daerah yang harus menghentikan operasionalnya, PT BPR Bank Klaten mampu menunjukkan ketangguhan sebagai bank milik pemerintah daerah yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Klaten.

Ia berharap PT BPR Bank Klaten senantiasa menjaga profesionalisme dan meningkatkan kualitas pelayanan, baik kepada masyarakat yang menabung maupun yang memanfaatkan layanan pembiayaan.

Pada momentum HUT ke-75 ini, PT BPR Bank Klaten juga menghadirkan berbagai produk pembiayaan, di antaranya Kredit Umum, Kredit PPPK, Kredit Subur, Kredit Emas, dan Kredit Pamong.

Hamenang mengatakan berbagai produk tersebut tidak hanya bertujuan menyalurkan kredit, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.

“Kredit Subur misalnya, diharapkan mampu membantu pelaku UMKM menambah modal usaha sehingga usahanya berkembang dan naik kelas. Sementara program kredit lainnya juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik,” pungkasnya.(Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini