BANYUMAS, SAPA Jateng. id– Aktivis lingkungan dari Sanggar Jiwa Kasih (Mengaji Logawa Kaline Bersih) Era Prima Nugraha, mempertanyakan aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Semen Bima di sekitar wilayah Dharmakradenan.
Era Prima menilai, kawasan tersebut memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan kajian serius.
“Mengapa Semen Bima terus melakukan aktivitas pertambangan yang semakin meluas di sekitar Dharmakradenan?” tanya Era Prima.
Era Prima merujuk pada hasil riset BMKG yang menyebutkan bahwa titik koordinat Dharmakradenan berada di atas sesar aktif dangkal dengan potensi magnitudo gempa hingga 6,7 skala Richter.
“Potensi kebencanaannya sangat nyata jika melihat kondisi geologi di sana, yang hanya ditopang sedimen pasir, tanah lempung, dan karst rapuh. Sebetulnya potensi seismiknya adalah 6,6 skala Richter. Tapi saya tambahkan 0,1 sebagai resiko atas ketidakpedulian kita,” tegas Era.
Selain mempertanyakan lolosnya uji Amdal, Era Prima juga menyoroti sejumlah hal lain yang menurutnya harus dijawab secara terbuka oleh pihak perusahaan maupun pemerintah.
“Perlu dipertanyakan juga, pertama, apa kontribusi Semen Bima terhadap PAD Banyumas? Kedua, bagaimana tingkat penyerapan kerja terhadap angkatan produktif? ungkap Era Prima.
Era Prima juga menyoroti, apa imbal balik terhadap keberlanjutan alam yang dirusak, siapa yang menikmati rente dan alur profilnya kemudian mengapa sering terjadi ‘kecelakaan kerja misterius’ yang seolah dipeti-eskan tanpa penyelidikan komprehensif.
Selanjutnya, Era Prima mempertanyakan mengapa wilayah yang disasar justru berada di koordinat tengah antara Pancurendang dan Paningkaban yang sejak ratusan tahun lalu sudah tergerus dan berongga akibat penambangan emas?
“Lalu, bagaimana mitigasi risiko kebencanaan, termasuk potensi gangguan sumber air bersih warga, ancaman seismik, tanah longsor, pergerakan tanah, serta dampaknya terhadap cagar budaya dan pewarisan lingkungan? Dan terakhir, bagaimana potensi kerugian akibat hilangnya plasma nutfah dan biodiversitas alam yang tidak tergantikan?” papar Era panjang lebar.
Era mengingatkan potensi kebencanaan yang kebetulan terkait dengan penambangan pabrik semen Bima supaya pemerintah dan DPRD juga harus ikut bertanggungjawab.(Har)









