terasmediago.id-Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan, keputusan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada eks Wakil Ketua Timnas AMIN Tom Lembong sebagai sebuah “gempa politik kecil” yang resonansinya terasa hingga Kota Solo.
Kota Solo sendiri merupakan kampung halaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sekaligus menjadi tempat Jokowi menikmati masa-masa purnatugasnya.
Menurut Rocky, langkah tersebut menandai pendekatan politik baru antara Prabowo dan PDIP, yang selama ini dikenal memiliki hubungan renggang, sekaligus sinyal menjauh dari pengaruh politik Jokowi yang dinilainya semakin melemah.
“Presiden Prabowo mengajukan penghapusan hukuman abolisi terhadap Hasto dan Tom Lembong. Itu seperti gempa bumi politik kecil yang resonansinya hingga Kota Solo,” kata Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Jumat (01/08/2025).
Rocky menilai kasus hukum yang menjerat Hasto dan Tom Lembong sejak awal sarat muatan politik.
Dia menyebutnya sebagai bentuk kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam dinamika oposisi.
“Kita tahu sejak awal bahwa Hasto dan Tom Lembong dikriminalisasi karena aktivitas politiknya. Tom Lembong mendukung kapitalisme, Hasto simbol regenerasi PDIP. Tampak sekali keduanya jadi target,” ujarnya.
Rocky juga mengapresiasi sikap Prabowo yang menurutnya, telah mendengarkan suara publik dan menegaskan dirinya bukan kelanjutan dari era Jokowi.
“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa tekanan politik tak bisa dijadikan alasan untuk memenjarakan orang. Ini pembelajaran politik. Perbedaan politik itu biasa, tapi jangan dijadikan ajang balas dendam,” tegas Rocky.
Langkah ini, menurut Rocky, merupakan cara Prabowo untuk “mengotentikasi” dirinya sebagai presiden, terpisah dari bayang-bayang pemerintahan sebelumnya.
Rocky pun menyebut keputusan Prabowo sebagai tamparan politik ke kubu Jokowi, yang hubungannya dengan PDIP memburuk pasca Pilpres 2024 silam.
Menurutnya, pendekatan Prabowo ke PDIP sangat mungkin membuat “Geng Solo” merasa kecewa.
“Prabowo tentu butuh dukungan PDIP. Tapi di sisi lain, geng Solo pasti kecewa. Apalagi kita lihat bagaimana sebelumnya Prabowo terlihat terus menghormati Jokowi berlebihan,” ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo juga diketahui sowan ke kediaman Jokowi sebelum menghadiri penutupan Kongres PSI di Solo 20 Juli 2025, yang menuai kritik dari publik.
Rocky menyimpulkan bahwa langkah politik Prabowo telah menggeser keseimbangan kekuasaan.
Roky melihat pengaruh Jokowi mulai meredup, bukan karena manuver politik dari luar, tetapi karena keinginannya untuk terus ikut campur dalam pemerintahan.
“Posisi Jokowi semakin lama semakin lemah. Bukan karena dijatuhkan, tapi karena sikapnya sendiri yang masih ingin cawe-cawe,” pungkasnya.(Sumber Tribunnewscom)









