CILACAP, TERASMEDIAGO.ID-Beredar rumor sejumlah kader PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyuarakan ketidakpuasan atas penetapan Anggit Adi Juwita sebagai Ketua DPC periode 2025–2030 dan mengusulkan adanya penunjukan pelaksana tugas (Plt).
Menanggapi hal itu, Anggit menegaskan bahwa proses penetapannya sudah sesuai mekanisme partai.
Sebagian kader tersebut bahkan mengusulkan agar posisi ketua diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Menanggapi hal tersebut, Anggit Adi Juwita yang akrab disapa AAJ memberikan respons tenang.
Ia menilai perbedaan pandangan di internal partai merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi, sekaligus menjadi bagian dari dinamika demokrasi di tubuh PDI Perjuangan.
“Saya memandang ini sebagai bentuk kecintaan kader terhadap partai. Kami sebagai pengurus baru tentu menghormati dan menghargai setiap aspirasi yang disampaikan,” ujar AAJ, belum lama ini.
Ia juga membenarkan adanya laporan dari sejumlah kader kepada DPP dan DPD PDI Perjuangan terkait proses penetapannya.
Namun, menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari keterbatasan informasi yang diterima sebagian kader mengenai tahapan penjaringan dan penetapan Ketua DPC.
AAJ menjelaskan bahwa proses penetapannya telah melalui mekanisme yang diatur dalam Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025.
Ia mengungkapkan, namanya diusulkan dalam penjaringan awal oleh tiga PAC, yakni Gandrungmangu, Cimanggu, dan Kesugihan pada 4 September 2025.
“Dari usulan PAC tersebut, proses berlanjut ke tingkat DPD dan DPP. Saya kemudian diundang oleh DPP untuk mengikuti psikotes secara online dengan akun peserta yang telah disiapkan,” jelasnya.
Seluruh tahapan tersebut, lanjut AAJ, bermuara pada terbitnya SK DPP Nomor 13.23/KPTS-KP/DPP/XII/2025 tertanggal 26 Desember 2025 yang menetapkannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap, menggantikan ketua sebelumnya, Taufik Nur Hidayat.
Di tengah situasi tersebut, AAJ mengajak seluruh kader untuk kembali memperkuat soliditas dan fokus pada kerja-kerja kerakyatan.
Ia menilai tantangan politik ke depan membutuhkan kebersamaan dan komitmen seluruh kader.
“Kami ingin seluruh kader kembali turun ke bawah, membersamai rakyat, membantu yang membutuhkan, dan memenangkan hati rakyat. Itu kunci kemenangan ke depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjalankan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar PDI Perjuangan senantiasa hadir sebagai partai yang berpihak pada wong cilik.
Sebelumnya, sejumlah kader PDI Perjuangan Kabupaten Cilacap telah mengajukan laporan ke DPP terkait penetapan Ketua DPC.
Para kader tersebut juga telah dimintai klarifikasi oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah pada 22 April 2026 di Semarang.
Begitu juga AAJ bersama Arif Junaidi (sekretaris) dan Yoga Dwi Sambodo (Bendahara),
hingga saat ini, proses organisasi tetap berjalan, sementara berbagai aspirasi kader menjadi bagian dari dinamika internal yang terus disikapi dalam koridor partai.(DN)









