Beranda Berita BNN Kendal Selenggarakan Forum Komunikasi P4GN Tahap II

BNN Kendal Selenggarakan Forum Komunikasi P4GN Tahap II

89
0

KENDAL, SAPA Jateng.id– BNN Kendal menyelenggarakan acara Forum Komunikasi Pemcegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahap II, di Ruang Rapat Abdi Praja Pemkab Kendal, Kamis, 4 September 2025.

Kepala BNN Kendal Anna Setiyowati mengatakan,
sebagai daerah penyangga ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Kendal perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba.

Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal, peredaran narkoba dari berbagai negara sudah masuk ke Jawa Tengah, dan sebagai daerah terdekat denga ibu kota Jawa Tengah, besar kemungkinan narkoba juga menyusup ke Kabupaten Kendal.

Menurut Anna, forum yang melibatkan semua stake holder yang ada di Kendal ini, merupakan wadah untuk berbagi pengalaman dalam melakukan aksi pencegahan peredaran narkotika, sekaligus memacu pihak-pihak yang belum merencanakan aksi.

“Tahap I tahun 2025 sudah kita selesaikan, dan kita akan segera memulai tahap II. Selama tahap I kita sudah memberikan layanan kepada 15 klien untuk rehabilitas,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam hal rehabilitas terhadap pengguna, kendala yang biasa terjadi adalah ketidakterusterangan anggota keluarga.

“Namun pada tahap I sudah ada peningkatan kesadaran beberapa keluarga untuk menjalani rehabilitasi deni memutus ketergantungan terhadap narkoba,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, rehabilitasi akan efektif bila datang dari masyarakat sendiri. Karena itu, ia pun mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam berbagai upaya pencegahan, tentu saja dengan melibatkan jajaran pemerintah dari tingkat terendah, yakni pemerintah desa.

“Kita mengapresiasi organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah melakukan aksi pencegahan narkoba sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing,” ucap Anna.

Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari dalam sambutannya menyampaikan, Forum Komunikasi P4GN bukan hanya tanggung jawab BNN, melainkan juga tanggung jawab bersama, dari pemerintah tinggkat kabupaten sampai tingkat desa, juga berbagai lembaga swasta, organisasi masyarakat, dan komunitas.

Prevalensi penggunaan narkoba di Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,30 persen meskipun di Kendal belum banyak.

“Namun jika tidak kita antisipasi sejak awal maka bisa jadi peredarannya makin banyak,” ujarnya.

Kendal menjadi salah satu daerah yang juga perlu diwaspadai, apalagi dengan keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang sebagian pekerjanya adalah tenaga kerja asing (TKA). Ini perlu menjadi perhatian dan kita sikapi bersama.

“Mungkin para TKA sudah terbiasa menggunakan narkoba karena di negara asal mereka sangat mungkin hal itu bukan sebuah larangan, namun kebiasaan itu sangat mungkin terbawa saat mereka bekerja di sini,” ucapnya.

Jadi, patologi sosial itu pasti akan terbawa saat mereka bekerja di sini.

“Tentu hal ini butuh dukungan semua pihak mengingat narkoba bisa masuk lewat berbagai cara dan sasaran. Marilah kita intensifkan komunikasi kita, salah satunya lewat forum komunikasi ini,” paparnya.

Agus Dwi juga mengajak semua yang hadir dalam forum tersebut untuk melakukan tes urine bersama-sama karena pencegahan harus dimulai dari diri sendiri sebelum melakukan pencegahan kepada orang lain.(Likwi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini