KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari secara resmi membuka Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) Kabupaten Kendal Tahun 2026 di Ruang Merak dan Resort Tirto Arum Kendal, Rabu(12/08/2026).
Bupati menyampaikan apresiasi kepada BMKG dan semua pihak yang terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
Menurut bupati, kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami melalui edukasi, simulasi, dan penguatan sistem mitigasi bencana.
“Masyarakat perlu memahami potensi gempa bumi tanpa harus diliputi rasa panik karena Pemerintah terus memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini,”kata bupati.

Dikatakan bahwa, wilayah Kabupaten Kendal dengan kondisi geografis dan geologis yang kompleks menjadikan rentan terhadap beragam jenis bencana.
Gempa bumi dan tsunami tidak selalu dapat diprediksi kejadiannya. Namun, kesiapsiagaan bisa kita bangun dan latih sejak dini, sembari banyak berdoa agar kita terhindar dari bencana.
BMKG juga dapat mengupayakan peralatan khusus sehingga dampak risiko bencana bisa diminimalisir jika masyarakat tahu bagaimana harus menyikapinya.
Oleh karena itu, melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami ini, masyarakat akan dibekali keterampilan menghadapi situasi darurat, mulai dari teknik berlindung saat gempa, proses evakuasi, hingga menuju assembly point atau titik kumpul yang telah ditentukan.

Keberhasilan mitigasi bencana membutuhkan kolaborasi antara BMKG dan Pemerintah Daerah. BMKG berperan dalam mendeteksi dan menyampaikan informasi peringatan dini, sedangkan Pemerintah Daerah bersama BPBD bertugas menindaklanjuti informasi tersebut untuk melindungi masyarakat.
“Kami berharap, masyarakat semakin paham dalam menyikapi bencana demi mewujudkan Keluarga Cerdas Bencana,”jelas bupati.
Kepada para peserta bupati meminta agar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar mitigasi gempa bumi dan tsunami.
“Mari bersama-sama memperkuat respon masyarakat dalam menghadapi bencana. Saya mengajak, untuk terus berkolaborasi lintas sektoral, mulai dari desa hingga kabupaten untuk membentuk masyarakat yang sadar diri akan bencana di Kabupaten Kendal,”ungkapnya.
“Marilah pahami risiko bencana, merespons peringatan dini secara tepat, serta membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami menuju Indonesia Emas 2045,”imbuhnya.
Bupati juga menyampaikan, kesiapsiagaan merupakan bentuk ikhtiar nyata dalam menghadapi potensi bencana, di samping tetap berserah diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal maupun pribadi, bupati mengucapkan selamat datang kepada tamu udangan dan rombongan di Kabupaten Kendal.
“Semoga kehadiran Bapak-Ibu semua menambah semangat dan optimisme kita untuk bergerak bersama dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempabumi dan tsunami,”harapnya.(SPW)









