Beranda Berita Utama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari: Sistem Pertanian Terpadu Merupakan Jawaban atas Tantangan...

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari: Sistem Pertanian Terpadu Merupakan Jawaban atas Tantangan Zaman

15
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Dulu bertani sering dianggap pekerjaan konvensional. Tapi hari ini, pertanian akan bisa berubah menjadi sektor yang semakin menjanjikan, dan berbasis teknologi.

Integrated Farming System atau Sistem Pertanian Terpadu merupakan jawaban atas tantangan zaman. Ini bukan sekadar bertani, melainkan seni menggabungkan tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang sustainable dan zero waste.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat membuka Training Of Trainer (ToT) bagi Petani Muda dan Guru Pesantren di Promas Greenland, Dusun Nglimut, Desa Gonoharjo Kecamatan, Limbangan, Selasa, 19 Mei 2026.

“Saudara diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi smart farming. Dengan pertanian terpadu, limbah ternak jadi pupuk tanaman, limbah tanaman jadi pakan ternak. Ini mengurangi biaya produksi dan melipatgandakan keuntungan,”ungkap bupati.

Sistem ini, lanjut bupati, adalah wujud nyata pertanian berkelanjutan atau low emission yang peduli lingkungan.

“Kementerian Pertanian dan kita semua terus mendorong agar pertanian ramah lingkungan dan teknologi digital menjadi keharusan, bukan lagi wacana. Mari kita jadikan kegiatan ini dengan tema “Integrated Farming” sebagai gaya hidup baru dalam berwirausaha tani. Petani muda harus fokus, konsisten, dan memiliki mental juang yang tinggi,”terang bupati.

“Menjadi petani jangan takut gagal. Jadikan lahan pertanian sebagai laboratorium kreatif kalian. Dengan semangat kolaborasi, kita buktikan bahwa petani muda mampu mandiri, produktif, dan membawa Indonesia menuju kedaulatan pangan,”imbuhnya.

Bupati mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Santri Tani Milenial Jayabinangun(STMJ) dan Ketua Karang Taruna Kendal, serta dan semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan ini.

Bupati menyambut baik dengan dilaksanakannya kegiatan dengan mengusung tema “Pertanian Terpadu atau Integrated Farming” ini, terlebih bertujuan untuk mewujudkan pertanian modern dalam meningkatkan produktivitas, mencapai swasembada pangan, dan menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian.

“Semoga kegiatan ini menjadi forum edukasi, sebagai tempat belajar mengenai pertanian bagi peserta khususya Petani Muda dan Guru Pesantren,”harapnya.

Perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, Eka Heris Suparman mengatakan, Pertanian Terpadu atau Integrated Farming ini sangat strategis, karena pemerintah menginginkan petani itu bisa berpenghasilan berkelanjutan, mempunyai penghasilan harian, mingguan, bulanan dan tahunan.

“Contohnya kalau umpamanya harian, kalau kita pelihara ayam petelur, ya telurnya bisa dijual harian dan jika menanam sayur, sayurannya bisa menghasilkan mingguan. Bulanan bisa ternak, ternak juga bisa tahunan, seperti menjelang Idul Adha, bisa mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan,”terang Eka Heris Suparman.

Sehingga, lanjut Eka Heris, ketergantungan meminta bantuan ke Pemerintah harus dihindari. Jadi petani ke depan harus bisa mandiri dan harus memiliki keswadayaan.

“Jadi inilah peran-peran strategis PPSDM untuk membangun SDM yang kompeten, sehingga pertanian yang terintegrasi ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani,”ujarnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini