Beranda Berita Utama Bupati Kendal Pantau Tradisi Weh-wehan, Dorong Pelestarian Warisan Budaya

Bupati Kendal Pantau Tradisi Weh-wehan, Dorong Pelestarian Warisan Budaya

155
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memantau pelaksanaan tradisi Weh-wehan di Kampung Petekan, RT 01/RW 05, Desa Krajankulon, Kecamatan Kaliwungu, Senin (24/8/2026) sore.

Setibanya di lokasi, Bupati Kendal didampingi Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Moch Irham Chalid beserta jajaran dan Ketua DPD KNPI Kabupaten Kendal Nattaya Kenenza.
Ia langsung menyapa warga, khususnya ibu-ibu yang telah menunggu kedatangannya, sekaligus menyerahkan bingkisan yang telah dipersiapkan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menjelaskan bahwa tradisi Weh-wehan merupakan kegiatan masyarakat Desa Krajankulon dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus sarana untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Weh-wehan juga mengandung nilai penting berupa semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi.

“Alhamdulillah, di era modernisasi sekarang ini, tradisi yang merupakan warisan budaya dengan tujuan yang baik masih tetap dilaksanakan,” ujar bupati.

Ia menambahkan, tradisi Weh-wehan telah didaftarkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kendal ke Kementerian Pariwisata. Pemerintah Kabupaten Kendal berharap tradisi tersebut dapat masuk dalam kalender event nasional Karisma Event Nusantara (KEN).

Jika terwujud, kata dia, tradisi Weh-wehan diharapkan semakin dikenal masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Kendal juga berharap masyarakat terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, Weh-wehan tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai berbagi, silaturahmi, persaudaraan, serta kerukunan antarwarga.

“Semoga kegiatan ini terus dilestarikan karena menjadi wujud saling berbagi, mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan kerukunan di antara seluruh warga, khususnya di Kaliwungu,” harapnya.

Kepala Desa Krajankulon, Abdul Latif, mengatakan bahwa Weh-wehan merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh para orang tua terdahulu.

Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus.

Menurut Abdul Latif, tradisi Weh-wehan mengajarkan pentingnya hidup bertetangga dan saling berbagi. Manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga harus menjaga hubungan baik serta berbagi dengan tetangga.

Karena itu, tradisi tersebut hingga kini masih dilestarikan dan diteruskan oleh generasi muda.

Abdul Latif menjelaskan bahwa warga yang mengikuti tradisi Weh-wehan tidak diwajibkan menyajikan makanan tertentu dalam jumlah atau jenis yang sama. Setiap warga bebas berkreasi dalam memilih makanan yang akan dibagikan kepada tetangga.

“Menurut kreasi mereka, apa yang akan diberikan untuk tetangga. Jadi, siapa pun boleh menyajikan bermacam-macam aneka makanan. Namun, makanan khas dalam acara ini adalah sumpil,” jelasnya.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini