Beranda Berita Utama Di Acara Rapat Paripurna, Wakil Bupati Minta Provinsi Jateng Serius Tangani Pendangkalan...

Di Acara Rapat Paripurna, Wakil Bupati Minta Provinsi Jateng Serius Tangani Pendangkalan Sejumlah Sungai di Kendal

94
0
Suasana rapat paripurna Rabu 29 Oktober 2025.(Foto:TM/ SPW)

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Kendal menggelar Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Penyampaian Raperda APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2026, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kendal, Rabu(29/10/2025).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, Wakil DPRD Bagus Bimo Alit dari Frkasi Golkar, Akhmat Suyuti Fraksi PDI-P dan Teguh Santosa dari Fraksi Gerindara.

Mahfud Sodiq menyampaikan, bahwa Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Penyampaian Raperda APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2026 telah disampaikan dalam rapat Paripurna pada hari Selasa tanggal 28 Oktober 2025.

Maka dari itu, Mahfud Sodiq meminta kepada Bupati Kendal yang saat ini diwakilkan kepada wakilnya yakni Benny Karnadi untuk menyampaikan Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Penyampaian Raperda APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2026 tersebut.

Benny Karnadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Dewan, yang telah melakukan pencermatan kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.

Sehingga pada hari Selasa, tanggal 28 Oktober 2025 kemarin, telah berkenan menyampaikan Pandangan Umum terhadap Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2026 baik berupa pertanyaan, saran, masukan, apresiasi, kritik, dorongan ataupun motivasi terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten baik yang sudah dicapai maupun rencana kegiatan ke depannya.

Benny menyampaikan beberapa hal, yakni pertama: Tema Pembangunan Kabupaten Kendal tahun 2026 diarahkan pada “Kendal Hebat”, yaitu, peningkatan kualitas SDM yang unggul dan produktif sebagai akseptor pencapaian tujuan pembangunan serta mendorong kemandirian pangan dan pemerataan infrastruktur pembangunan.

Kedua: Tema pembangunan tersebut diangkat untuk menuntaskan permasalahan dan isu strategis pembangunan Kabupaten Kendal pada tahun 2026, diantaranya yaitu,
penguatan sektor unggulan daerah yang belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, akselerasi perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) berbasis inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi globalisasi.

Selain itu, pengentasan kemiskinan dengan perlindungan dan ketahanan sosial yang adaptif berbasis kesetaraan gender, kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan ketersediaan tenaga kerja sesuai dengan kompetensinya, pemenuhan infrastruktur pembangunan dan sarana prasarana yang merata, konsisten, dan berkualitas.

Kemudian,  peningkatan kualitas lingkungan hidup untuk mewujudkan wilayah yang nyaman untuk dihuni; dan h.Peningkatan kondusifitas wilayah dan penanganan bencana.

Ketiga, prioritas pembangunan Kabupaten Kendal di tahun 2026 ini antara lain, penguatan hilirisasi dan modernisasi sektor pertanian dan peternakan, peningkatan pada sektor industri dan pengembangan investasi, peningkatan sentra industri, pengembangan kawasan peruntukan industri yang ramah lingkungan, dan pemerataan pembangunan wilayah.

Penguatan peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, peningkatan budaya literasi masyarakat, pengendalian laju penduduk, peningkatan peran pemuda dalam pembangunan, dan peningkatan kualitas keluarga serta pemajuan budaya.

Selanjutnya, penguatan penanganan kemiskinan, penguatan penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan mendorong kolaborasi lintas sektor, pengurangan ketimpangan gender, pemberdayaan masyarakat desa dan peningkatan desa menuju desa mandiri, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja dan pencari kerja, ketercukupan pangan dan penguatan pembangunan desa.

Penguatan reformasi birokrasi, riset dan inovasi daerah meliputi,
penguatan kualitas lingkungan hidup, melalui  pengelolaan persampahan menuju zero waste atau filosofi dan gaya hidup yang bertujuan untuk meminimalkan produksi sampah hingga mendekati nol.

Terakhir, penguatan ekonomi sirkuler atau model ekonomi yang menjaga nilai produk, bahan, dan sumber daya tetap tinggi selama mungkin dengan mengurangi limbah dan polusi.

Penyediaan air minum dan sanitasi aman, penanganan kumuh terintegrasi, penyediaan rumah layak huni, penanganan bencana, dan peningkatan kondusivitas wilayah.

“Pada akhirnya saya mengucapkan terima kasih atas kritik, saran serta masukan untuk menjadikan Rancangan APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2026 ini menjadi lebih baik, terukur, dan akan menyentuh kebutuhan masyarakat,”ungkap Benny.

Sebelum Benny Karnadi menyampaikan jawaban bupati atas pandangan umum fraksi, Benny Karnadi mengungkapkan rasa protesnya kepada pihak Provinsi Jawa Tengah, yang dia nilai lamban dalam mengatasi permasalahan sungai yang ada di Kabupaten Kendal.
Sehingga, jika musim hujan seperti sekarang ini, sejumlah sungai yang ada di Kendal dipastikan meluap hingga menyebabkan banjir.

“Mohon Gubernur Jawa Tengah, untuk memerintahkan OPD terkaitnya, supaya menangani terkait persoalan sungai yang ada di Kabupaten Kendal. Masyarakat tidak paham dan tidak peduli siapa yang berwenang terhadap normalisasi sungai. Saya hanya minta kepada Provinsi Jateng untuk lebih serius menangani persoalan sungai,”terang Benny.

Menurut Benny, Sungai Aji yang melintang di Pasar Gladag Kaliwungu, sudah bertahun- tahun tidak ada normalisasi. Sehingga setiap turun hujan dipastikan pasar tersebut kebanjiran.

Tak hanya Sungai Aji, juga kondisi Kali Bodri yang pada tahun 2024 lalu telah menelenggelamkan tiga desa yang ada di Kecamatan Patebon, termasuk pendangkalan di sungai Kendal.

“Saya berharap, segera permasalahan ini dilakukan,”tegasnya. (SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini