Beranda Berita Utama Di Dalam Rumah Kondisi Terkunci, Oknum Guru BK dan Guru Olahraga Dilaporlan...

Di Dalam Rumah Kondisi Terkunci, Oknum Guru BK dan Guru Olahraga Dilaporlan Ke Polisi

80
0
YPK saat hendak meninggalkan rumah.(Foto:SJ/ Likwi)

KENDAL, SAPA Jateng.id– Seorang perempuan berinisial YPK(41), Warga Perum GTS Blok F Cepiring, digrebeg oleh warga sekitar karena ketahun membawa tamu pria ke dalam rumah dengan posisi rumah terkunci selama kurang lebih 1 jam di dalam rumah.

Ironisnya, saat membawa tamu berinisial HT(37), suami YPK sedang berada di luar kota. Atas kecurigaan tersebut, warga kemudian menghubungi pihak suami dari YPK, berinisial EHS menyampaikan, bahwa YPK membawa tamu pria ke dalam rumah dengan posisi rumah terkunci selama kurang lebih satu jam di dalam rumah.

Adik EHS bernama Tya menyampaikan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 6 September 2025 lalu, bahwa warga memohon izin kepada suami YPK untuk melakukan penggrebekan karena posisi suami YPK sedang berada di luar kota.

“Warga menghubungi suami YPK karena menurut kesaksian warga, YPK sudah sering memasukkan laki-laki ke rumahnya, sampai warga tidak tahan menghubungi suami untuk mohon izin menindak, dan suami YPK memberikan izin untuk menggerebek serta mendobrak pintu,”ungkap Tya.

Namun menurut Tya, warga hanya mengetok pintu rumah. Ketika warga mengetok pintu pertama, pintu tidak dibuka.
Setelah menunggu beberapa saat warga mencoba mengetok lagi pintu rumah, kemudian tidak lama YPK keluar dari rumah dan buru- buru pamit pergi menggunakan motor milik HT, dengan alasan ada urusan mendesak menjemput adiknya yang datang dari Jakarta.

“Kemudian warga masih mencurigai kalau di dalam rumah masih ada HT yang bersembunyi. Warga berinisiatif untuk mematikan listrik dan air PAM dengan niat membuat HT tidak nyaman di dalam persembunyiannya. Benar saja, tidak lama setelah itu, HT keluar dari rumah dan langsung diinterogasi oleh warga,”ungkap Tya.

Awalnya, HT berbohong mengenai identitasnya. Saat ditanya warga mengaku bernama Nasoka guru SD 2 Kaliayu dengan menunjukkan KTP Nasoka.

Tetapi foto yang ada di KTP dengan wajah pelaku berbeda, kemudian warga menanyai tanggal lahir sesuai KTP yang diberikan, tapi HT tidak bisa menjawab. Setelah didesak warga akhirnya HT memberikan KTP aslinya.

“HT mengaku, kerumah itu hanya mengantarkan makanan ke rumah YPK. Mengantarkan makanan kenapa harus posisi pintu di kunci dan tidak langsung keluar saat warga mengetok pintu?,”ujar Tya.

Atas peristiwa ini, kemudian HT diamankan ke Polsek Cepiring atas permintaan suami YPK, sambil menunggu suami YPK datang ke Cepiring.

“Saat ini telah dilakukan pelaporan untuk dua orang terserbut di Polsek Cepiring. Sampai pagi ini, YPK tidak bisa dihubungi dan tidak ada di rumah. Pihak keluarga YPK juga tidak mau memberikan keterangan soal keberadaan YPK,”ungkap Tya.

Menurut Tya, sebelumnya suami YPK sudah pernah melaporkan kecurigaan kedekatan YPK dengan HT ke pihak Kepala Sekolah SMP Negeri Cepiring, tempat keduanya bekerja sebagai guru BK dan Olahraga, tetapi pihak kepala sekolah malah memberikan jawaban yang kurang menyenangkan.(Likwi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini