Beranda Berita Utama Dirjen PDP Kemendes PDT Kunjungi Desa Pundungan dan Kecamatan Juwiring Ramah Anak

Dirjen PDP Kemendes PDT Kunjungi Desa Pundungan dan Kecamatan Juwiring Ramah Anak

111
0

KLATEN, TERASMEDIAGO.ID – Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Kementerian Desa (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Nugroho Setijo Nagoro melakukan kunjungan kerja (kunker) ke desa dan kecamatan ramah anak, Senin (22/6/2026).

Pertama kali yang dikunjungi Dirjen PDP Kemendes PDT adalah Desa Pundungan (Kecamatan Juwiring) dan Kantor Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah.

Kedatangan Dirjen PDP Nugroho disambut Asisten III Himawan Purnomo mewakili Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, Camat Juwiring Nindyarini Budi Wardhani, Kades Pundungan Danang Setiawan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen menerima paparan dari Kepala Dinsos P3AKB tentang program yang sudah dilakukan Pemkab Klaten dalam menangani masalah perempuan dan anak, yang sudah dijalankan sampai ke tingkat desa.

“Seperti contoh di Desa Pundungan ini, sudah mampu melaksanakan program ini, sehingga bila ada kasus, cukup diselesaikan di tingkat desa dan kecamatan,” kata Puspo Enggar Hastuti.

Menurut penjelasan Kades Pundungan, Danang Setiawan, di desanya ada program yang diberi nama Pagar Bocah Pundungan (Paralegal Garda Depan Perlindungan Ramah Bocah Pundungan).

Untuk menunjang program tersebut, Pemdes membangun sarana dan prasarana yang berpihak pada anak atau ramah anak.

Di antaranya, saat Musrenbang melibatkan suara anak, membangun taman desa tanpa wifi, membangun gedung kesenian yang halamannya luas, saat ini tengah proses membangun tol sawah, melakukan pendampingan pada anak yang menghadapi masalah sampai selesai, dan lain-lain.

“Jadi di taman yang kami bangun, sengaja tidak kami pasang wifi agar anak-anak murni bermain dan belajar di sana. Begitu juga dengan tol sawah, selain berfungsi untuk jalan pertanian, juga berfungsi ganda bisa untuk olahraga serta tempat bermain anak yang aman,” jelas Kades Danang.

Lebih lanjut, untuk keberlangsungan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu, Pemdes ada program orangtua asuh untuk memberi uang saku pada anak SD, SMP, SMA, sampai kuliah.

Untuk penyelesaian kasus, papar Kades, di desanya ada Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA).

Sementara Camat Juwiring, Nindyarini Budi Wardhani memaparkan, di Kecamatan Juwiring ada 19 desa yang semuanya kini sudah ada program RPPA Puspa (Pusat Layanan Sahabat Perempuan Anak Disabilitas dan Lansia).

“Di Kecamatan Juwiring ada 19 desa yang semuanya sudah ada RPPA Puspa, untuk anggarannya sudah dialokasikan dari desanya masing-masing,” jelas Camat Nindyarini.

Ada empat RPPA Desa Unggulan di Kecamatan Juwiring yaitu Desa Pundungan, Desa Tanjung bernama Pelangi Tanjung (Perwujudan Langkah Indah Tanjung), Desa Trasan bernama Citra Sewarga (Cinta Trasan Sehat Jiwa Raga), dan Desa Juwiring bernama Sigaring (Sigap Jaga Juwiring).

Dijelaskan Nindyarini, bahwa Kecamatan Juwiring masuk dalam Kecamatan Berdaya bersama 7 kecamatan lainnya dari 24 kecamatan di Kabupaten Klaten.

Kecamatan berdaya yang artinya menjadikan kecamatan sebagai pusat kegiatan terpadu untuk memberdayakan masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta menggerakkan roda perekonomian dan kreativitas lokal.

Setelah mendengarkan paparan dari berbagai pihak, Dirjen PDP Kemendes PDT sangat mengapresiasi langkah nyata tersebut.

Pihaknya berpesan, agar program untuk perempuan, anak, disabilitas, dan lansia ini berbasis masyarakat.

“Di program berbasis masyarakat ini harus ada komitmen antar semua pihak, tergantung kesepakatan bersama. Komitmen pemerintah desa bersama warga untuk menghormati, menjamin, dan memenuhi hak anak, perempuan, lansia, dan disabilitas,” pungkas Dirjen PDP Kemendes PDT Nugroho Setijo.

Desa ramah anak bisa terwujud harus melibatkan forum anak desa, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini