Beranda Berita Utama Gapoktan Tani Jaya Desa Kedungwinong Tasyakuran Panen Raya

Gapoktan Tani Jaya Desa Kedungwinong Tasyakuran Panen Raya

12
0

SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Setelah mengalami kegagalan panen berulangkali, para petani di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, kini bisa tersenyum lega, setelah mendapat pendampingan tim Pusat Kesehatan Tanah (Puskestan) asal Wedi, Klaten. Sekarang, sawahnya bisa panen kembali.

Sebagai bentuk wujud syukur, petani yang tergabung dalam Gapoktan Tani Jaya Desa Kedungwinong mengadakan tradisi “Tasyakuran Petani Panen Raya Desa Kedungwinong”.

Menurut Kades Kedungwinong, Miyadi, kegiatan ini sebagai bentuk wujud syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan pertanian di kemudian hari.

“Keberhasilan panen kali ini menjadi sesuatu yang wajib disyukuri setelah sebelumnya mengalami kegagalan berulangkali. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua akan pentingnya koordinasi dalam menghadapi kesulitan hingga menemukan solusi,” kata Miyadi.

Dalam menghadapi masa tanam berikutnya (MT III), lanjut Miyadi, akan dilakukan pada awal Bulan September 2026 ini. Sedang untuk kegiatan menanam dimulai sebelum akhir September.

“Awal September besok petani mulai persiapkan mengolah tanah. Namun di sini kendalanya yaitu masih kekurangan alat pertanian traktor, sehingga harus menyewa ke tempat lain,” ujarnya.

Selain kekompakan para petani dalam menyelesaikan kesulitan, yang tak kalah penting adalah keserentakan waktu tanam.

“Keserentakan waktu tanam itu penting, untuk mempermudah mengendalikan hama dan penyakit padi, serta mencegah kegagalan panen yang sudah terjadi sebelumnya berulangkali,” lanjutnya.

Sementara Koordinator PPL Kecamatan Nguter, Sutanto, pihaknya mengakui bahwa pada MT I hasil panen para petani kurang bagus bahkan banyak yang gagal.

“Beberapa tantangan yang dihadapi petani antara lain perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, serta kondisi tanah yang cenderung asam di beberapa daerah,” jelas Sutanto.

Mempertahankan kesuburan tanah itu sangat penting, lanjut Sutanto. Petani harus menambahkan mikroorganisme serta pupuk organik, baik pupuk kandang maupun kompos.

Sedang untuk meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, setiap wilayah berbeda penanganannya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah tingginya penggunaan pestisida.

“Penggunaan pestisida secara terus-menerus dan tidak tepat, justru menyebabkan hama menjadi lebih resisten, sehingga lebih sulit mengendalikannya,” ujarnya.

Camat Nguter, Sukatman, menyatakan kegembiraannya atas panen yang diperoleh para petani Desa Kedungwinong. Ditambah harga gabah kali ini cukup tinggi yaitu Rp7500 sampai Rp8000 per kilogramnya.

Hal ini diharapkan bisa menjadi pengganti rugi saat gagal panen musim lalu serta menambah kesejahteraan petani.

“Syukur Alhamdulillah, panen kali ini di Desa Kedungwinong sangat bagus. Itulah pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan, sehingga akan menemukan solusi yang hasilnya dapat kita nikmati bersama-sama,” ujar Sukatman.

Dari Panen Raya Menuju Pertanian Berkelanjutan

Melihat keberhasilan para petani yang sudah didamping ini, tim Puskestan Klaten merasa lega. Sebab keberhasilan panen tidak bisa dicapai tanpa kesadaran para petani mengenai pentingnya merawat kesehatan tanah.

Pimpinan Puskestan, dr Andreas Philip Avianto Wicaksono berharap para petani tidak hanya berfokus pada hasil panen dalam satu musim saja, tetapi harus memperhatikan kondisi kesehatan tanah yang merupakan aset utama mereka.

“Sebab tanah yang sehat dan subur sangat mendukung produktivitas tanaman secara berkelanjutan sehingga petani bisa panen dengan hasil yang baik dari musim ke musim,” kata dr.Avi, begitu sapaannya.

Selain itu, penerapan pertanian modern dan pemanfaatan teknologi juga dikembangkan untuk menunjang produktivitas hasil panen. Sehingga kesejahteraan petani meningkat.

Dengan semangat kebersamaan antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, Puskestan, serta pihak yang mendampingi, menjadi langkah awal menuju pertanian Desa Kedungwinong yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini