SUKOHARJO, TERASMEDIAGO.ID – Dalam gelar pengawasan daerah (Larwasda) di Hotel Mercure Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dilakukan Pemerintah Daerah Sukoharjo, dalam hal ini Inspektorat Sukoharjo, masih ditemukan audit pertanggungjawaban belanja yang berulang, Selasa (4/11/2025).
Temuan berulang ini membuat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghimbau kepada semua Kepala Sekolah dan Kepala Desa untuk lebih teliti serta transparan.
Mereka dituntut melakukan tata kelola bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana desa secara transparan dan akuntabel, sehingga bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada masyarakat.
“Sebetulnya ini memalukan, kesalahan kok selalu berulang. Seperti misalnya, pembayaran tanpa kuitansi. Dan lagi, dalam membuat laporan jangan mepet-mepet waktunya,” kata Etik dalam sambutannya.
Selanjutnya, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar tak terulang kembali.
“Kita ingin mewujudkan good governance dan clean governance sesuai tema Sukoharjo berintegritas dan bebas korupsi,” ujar Etik.
Etik juga mengungkapkan, bahwa Sukoharjo meraih 10 kali berturut-turut opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam hal ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat ketat dalam mengaudit.
Selain itu, Bupati juga mengapresiasi semua pihak yang terbukti melakukan kinerja laporan yang baik.
Ada belasan OPD, desa, dan kecamatan yang menerima penghargaan dari berbagai kategori. Antara lain, untuk kategori penghargaan tindak lanjut hasil pemeriksaan tercepat diraih Desa Polokarto, Satpol PP, dan Sekretariat Daerah.
Penghargaan kategori Wajib Lapor LHKPN 2024 tercepat yaitu, secara berurutan dari juara 1 sampai 3, yaitu Suyamto (Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi), Widyaswati (Kasubag Keuangan di Dinas Lingkungan Hidup), dan Agus Suprapto (Kepala Dinas Lingkungan Hidup).
Sedang untuk penghargaan kategori Implementasi Sakip Terbaik, antara lain diraih Dinas Kesehatan, Kecamatan Mojolaban, Dinas Sosial, Dinas Pangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaannya, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perhubungan, dan lain-lain.
Bagas Windaryatno selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan mengatakan, pihaknya menerima penghargaan Implementasi Sakip Terbaik, bagian dari monitoring dan evaluasi dari Inspektorat. Hal ini berkaitan dengan kepatuhan melaksanakan administrasi dan keterbukaan informasi.
“Kami mencoba apa yang harus kami evaluasi dengan baik, ini atas kerja keras dari teman-teman jajaran Dinas Pertanian dan Perikanan. Semoga hal ini semakin memicu kami untuk lebih baik lagi,” ujar Bagas.
Dalam Larwasda ini pesertanya para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Sukoharjo, dan Kepala Desa yang wilayahnya ditetapkan sebagai desa antikorupsi. (Hasna)









