Beranda Berita Utama Ini Keluhan yang Disampaikan Warga Desa Karanganom ke Bupati Kendal

Ini Keluhan yang Disampaikan Warga Desa Karanganom ke Bupati Kendal

153
0

KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, bahwa pihaknya telah menerima permasalahan atau keluhan dari masyarakat Desa Karanganom Kecamatan Weleri, yakni, penggalian jalur gas bumi yang mengganggu aktivitas jalan desa.

Menurut bupati, persoalan ini
disebabkan oleh pembuangan tanah sisa penggalian ke badan jalan yang tidak segera dibersihkan akhirnya mengganggu aktivitas warga.

“Solusinya, Pemkab. Kendal akan segera
mengkomunikasikan kepada Kementerian ESDM untuk segera mendapatkan penanganan untuk kenyamanan aktivitas masyarakat Desa Karanganom,” kata bupati di acara Bersatu Siaga di Balai Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Jumat(30/01/2026).

Kemudian, terkait penonaktifan Jaminan Kesehatan Nasional segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan BP (Bantuan Pembayaran) Pemda. Kendal.

Persoalan ini, lanjut bupati, disebabkan adanya efisiensi anggaran terkait pengurangan Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) yang mengakibatkan pengurangan jumlah penerima Jaminan Kesehatan Nasional segmen PBPU dan BP
yang awalnya berjumlah 192.621 orang dikurangi
sejumlah 119.621 orang menjadi 73.000 peserta
pada tahun 2026.

Pengurangan peserta yang dinonaktifkan per 1 Januari 2026 dikarenakan, tidak menggunakan layanan selama kurun waktu 1-2 tahun terakhir, dan masuk data DTSEN Kementerian Sosial pada desil 6-10.

“Solusinya, bagi peserta yang dinonaktifkan tapi masih memiliki kebutuhan perawatan dengan kriteria masuk desil 1-5 di DTSEN, agar dapat mengajukan reaktifasi dengan persyaratan lengkap dari Desa asal,”ujarnya.

Selain itu, hama tikus yang menggangu aktivitas pertanian warga Desa Karanganom.

Permasalahan ini
disebabkan oleh hama tikus yang sering kali merusak komoditas pertanian yang kemudian membuat petani
mengalami kerugian atau bahkan gagal panen.

“Solusinya petugas melakukan Trap Barrier System (TBS),
Fumigasi, dan Menyediakan Rubuha (Rumah Burung Hantu),” ucapnya.

Kemudian, permasalahan sampah irigasi pertanian.

Persoalan sampah ini disebabkan oleh penumpukan sampah di12 area irigasi yang menghambat aliran air menuju lahan pertanian warga Desa Karanganom.

Solusinya, dari permasalahan ini meliputi kolaborasi antar OPD yaitu, DLH dan DPUPR, dengan cara pengangkatan sampah irigasi menggunakan alat
berat dari DPUPR dan dilakukan pembuangan sampah yang akan dilakukan oleh DLH.

“Selanjutnya, kami mohon do’a dan dukungan dari
masyarakat Karanganom untuk  bersinergi bersama Pemda dan segenap stakeholder membangun Kabupaten Kendal yang beribadat, berdikari dan semakin sejahtera,” harapnya.

Bupati meminta, Warga Desa Karanganom untuk terus berusaha menggerakan ekonomi masyarakat, baik dengan kegiatan pertanian, perkebunan, perdagangan barang atau jasa, Koperasi Desa Merah Putih serta pengembangan ekonomi kerakyatan desa lainnya sehingga daya saing dan kesejahteraan meningkat.(SPW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini