KENDAL, TERASMEDIAGO.ID-Karang Taruna Kabupaten Kendal MoU dengan Yayasan Santri Tani Milenial Jayabinangun (STMJ) di Ruang Rapat Abdi Praja Setda Kendal, Kamis 12 Februari 2026.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Muntoha menyampaikan ucapan terima kasih dan menyambut baik dilaksanakan MoU ini, dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Sosial melalui Peran Pemuda untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan.
“Dengan adanya kerjasama ini, semoga swasembada pangan di Kabupaten Kendal terus meningkat dan menjadi pengingat kita bahwa dalam mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan SDM pertanian, menyejahterakan petani, dan menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera bukan hanya dibebankan kepada pemerintah saja,”ungkap Muntoha.
Ketahanan pangan bukan hanya sekadar ketersediaan pangan, melainkan tentang kedaulatan bangsa. Tantangan pangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, penyusutan lahan produktif, hingga kebutuhan untuk memberi makan populasi yang terus bertambah.
“Pemuda adalah kunci dan tulang punggung. Kita tidak bisa lagi memandang pertanian sebagai sektor tradisional. Kita harus mengubah paradigma bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan, inovatif, dan modern,”ujar Muntoha.
Menurut Muntoha, para pemuda kelak akan ikut menentukan seperti apa citra Kabupaten Kendal di lima, sepuluh, atau dua puluh tahun ke depan. Tidak mudah menjadi pemuda di zaman sekarang.
“Tapi saya percaya anak muda Kendal punya karakter kuat dan empati tinggi. Kalian adalah para “perintis” masa depan,”kata Muntoha.
Dikatakan, penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk mengajak generasi muda (milenial dan Gen Z) untuk tidak malu menjadi petani, justru menjadi agripreneur yang tangguh.
Selain itu, anak muda mendorong penggunaan smart farming, teknologi tepat guna, dan digitalisasi pertanian agar lebih efisien dan efektif, melalui program seperti.
Pemuda hendaknya juga berkarakter pembelajar dan mulai aktif terlibat dalam penyusunan serta implementasi kebijakan untuk memperkuat persatuan, mencegah konflik sosial, serta mendukung kemandirian daerah melalui kreativitas dan inovasi nyata.
Diharapkan, pemuda Kendal menjadi pelopor dalam inovasi, digitalisasi, dan kewirausahaan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat khususnya dalam mendukung swasembada pangan.
Pemerintah Daerah terbuka terhadap masukan dan saran konstruktif yang santun dari pemuda sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah.
“Dengan sinergi dan kerja sama yang baik, InsyaAllah suasana kondusif di Kabupaten Kendal dapat terjaga, sehingga pelaksanaan program pembangunan berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,”ujar Muntoha.
Dengan MoU / Nota Kesepahaman antara Yayasan Santri Tani Milenial Jayabinangun (STMJ) dan Karang Taruna Kabupaten Kendal tentang Peningkatan Sumber Daya Manusia di Bidang Pertanian untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan ini, diharapkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian yang ada di Kabupaten Kendal dapat meningkat.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kinenza mengatakan, kegiatan ini bukan sekedar seremoni administrasi saja, melainkan sebuah komitmen bersama untuk kemajuan pemerintah daerah dan juga masa depan bagi generasi muda.
Saat ini ketahanan pangan bukan lagi sekedar isu sektor pertanian saja, tetapi juga menjadi isu sosial, ekonomi dan keberlanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk para pemuda yang ada.
Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif di tengah masyarakat. Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangun tetapi harus menjadi subjek dan penggerak utama.
“Melalui MoU atau kesepahamam yang kita bangun hari ini, saya tegaskan bahwa Karang Taruna siap mengambil peran aktif di dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis sosial di Kabupaten Kendal,”kata Nattaya.(SPW)









