Beranda Berita Utama Keren! Para Siswa Manfaatkan Limbah Menjadi Barang Berguna di Gebyar Inovasi Pendidikan...

Keren! Para Siswa Manfaatkan Limbah Menjadi Barang Berguna di Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten

38
0

KLATEN,TERASMEDIAGO.ID – Kesadaran masyarakat untuk mengolah dan memanfaatkan sampah masih minim. Sehingga banyak sampah di lingkungan sekitar yang dibiarkan begitu saja. Hal ini tentu saja akan mengurangi nilai estetik lingkungan.

Di Gebyar Inovasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten selama dua hari (5-6 Agustus 2026) di Grha Bung Karno (GBK) Klaten, terlihat banyak inovasi siswa yang memanfaatkan limbah menjadi barang berguna.

Seperti yang dilakukan siswa SDN 1 Jambukulon, Ceper, Klaten. Para siswa membuat briket dari limbah bambu. Hasil briket ini lebih ramah karena asapnya sedikit bila dibandingkan arang biasa.

Para siswa ini mengaku menggunakan limbah bambu, karena di Jambu Kulon banyak perajin bebek-bebekan yang bahan bakunya dangkel atau akar bambu.

“Jadi limbahnya kami kumpulkan untuk membuat briket ini, dengan bahan tambahan seperti tepung tapioka sebagai perekat,” terang Safiah Salsa Salsabila.

Inovasi lainnya, siswa SMPN 1 Kalikotes, memanfaatkan limbah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin untuk membuat sabun cuci tangan. Limbah yang digunakan kulit jeruk dan minyak jelantah, serta bahan-bahan lainnya.

“Kami memanfaatkan limbah kulit jeruk dari MBG serta minyak jelantah dari kantin serta bahan-bahan lainnya untuk membuat sabun ini,” jelas Priska Ambarsari.

Sementara inovasi unik lainnya berasal dari kelompok guru di SDN 2 Manjung dari Korwil Ngawen. Kelompok guru ini memanfaatkan cairan dan aneka buah untuk menghasilkan nada. Dengan inovasi tambahan kabel dan peralatan lainnya, SDN 2 Manjung berhasil menciptakan satu sentuhan sejuta inspirasi pembelajaran.

“Produk inovasi ini bisa kami aplikasikan untuk pembelajaran yang lain, seperti IPA, matematika, agama, dan lain-lain, untuk semua jenjang pendidikan,” ujar Ari Zuqnil Fauza, salah satu guru inovator.

Menurut Kabid Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Hastuti Romadhonah mewakili Kepala Dinas Pendidikan Titin Windiyarsih, untuk grand final kali ini, diikuti 60 kelompok perwakilan guru dan siswa.

“Untuk grand final Gebyar Inovasi Pendidikan Tahun 2026 ini diikuti 60 kelompok perwakilan guru dan siswa. Masing-masing jenjang ada 10 untuk kelompok guru dan 10 untuk kelompok siswa. Yang maju di grand final ini yang masuk dalam 10 besar Se-Kabupaten Klaten. Babak penyisihannya sudah satu minggu yang lalu,” ujar Hastuti, saat di temui di GBK, Rabu (5/8/2026).

Hastuti menilai, semua peserta bagus-bagus inovasinya. Selanjutnya masing-masing jenjang diambil 3 kejuaraan. (Hasna)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini